Penjelasan terkait Gereja Katolik St. Paulus Singaraja
Written by Puspas Keuskupan Denpasar at Thursday, 26 August 2010 (4825 hits)
PENJELASAN RESMI GEREJA KATOLIK
KEUSKUPAN DENPASAR
TERKAIT PERISTIWA DI GEREJA KATOLIK PAROKI SANTO PAULUS SINGARAJA
PADA SELASA, 24 AGUSTUS 2010
Sehubungan dengan
pemberitaan yang dilansir oleh sejumlah media baik local maupun nasional,
terkait peristiwa yang terjadi di Gereja St. Paulus Singaraja (Jln. Kartini no
1 Singaraja) pada Hari Selasa (24/8),maka dengan ini kami selaku otoritas resmi Keuskupan Denpasar menilai
penting untuk meluruskan beberapa hal sebagai berikut:
1.Bahwa rombongan yang berangkat dari Denpasar adalah Umat
Katolik Keuskupan Denpasar, bukan oknum preman sebagaimana yang diberitakan
oleh beberapa media tertentu.
2.Bahwa maksud kedatangan sejumlah umat Katolik Keuskupan
Denpasar untuk menghantar pastor yang secara resmi diangkat oleh Uskup Denpasar
(Bali - NTB) atas nama Romo Yohanes Handryanto Wijaya, Pr, sekaligus meminta
Romo Yan Tanu untuk segera meningalkan Gereja Santo Paulus Singaraja karena
secara hukum Gereja yang bersangkutan tidak memiliki Yuridiksi (wewenang),
sehingga segala tindakan pastoralnya tidak sah dan sangat merugikan Umat
Katolik.
3.Bahwa umat Katolik Keuskupan Denpasar yang mengantar Romo Yohanes
Handriyanto Wijaya, Pr, tidak bisa masuk ke dalam Gereja karena saat itu
gerbang gereja dalam kondisi terkunci dan dijaga oleh beberapa pendukung Romo
Yan Tanu yang terus melakukan provokasi terhadap Umat Katolik Keuskupan
Denpasar. Sehingga, memilih masuk ke dalam gereja dengan cara membongkar kunci gerbang
gereja yang seharusnya terbuka untuk seluruh Umat Katolik.
4.Bahwa Romo Yan Tanu dan salah seorang pendukung Romo Yan
Tanu bernama Yohanes Olla dibopong keluar karena keduanya bersikukuh tidak mau
meninggalkan gereja Santu Paulus Singaraja. Walaupun sudah tidak punya kewenangan
lagi untuk menempati gereja tersebut.
5.Bahwa perlu kami tegaskan, tidak ada perusakan terhadap
gedung gereja Santo Paulus Singaraja oleh umat Katolik Keuskupan Denpasar, kecuali
pembukaan paksa salah satu pintu kamar di rumah Pastoran yang terletak di dalam
kompleks Gereja Santo Paulus Singaraja untuk mencari Romo Yan Tanu.
6.Terkait dengan berita tentang tindakan kekerasan yang
dilakukan oleh Umat Katolik Keuskupan Denpasar terhadap salah seorang pendukung
Romo Yan Tanu yang bernama Theo karena yang bersangkutan tidak mau meninggalkan
Kompleks Gereja dan berusaha untuk melawan, meski telah diminta oleh beberapa
umat Katolik Keuskupan Denpasar agar yang bersangkutan segera meninggalkan
lokasi. Ketidaksengajaan itu juga dipicu oleh informasi yang diterima Tim Umat
Katolik Keuskupan Denpasar bahwa, ada sekelompok orang bayaran dari kelompok
pendukung Romo Yan Tanu yang akan berusaha menghadang umat Katolik Keuskupan
Denpasar yang datang.
Demikian penjelasan ini kami sampaikan
untuk dimaklumi. Terima kasih, Tuhan Memberkati.
Denpasar, 25 Agustus
2010
Direktur Pusat Pastoral Keuskupan Denpasar
Romo Herman Yoseph Babey, Pr.
Catatan: Apabila ada hal yang kurang jelas, silahkan menghubungi Direktur
Pusat Pastoral Keuskupan Denpasar, No Tlp: 222020.
Sekiranya dalam homili dapat diselipkan mengenai tradis/aturan/hukum gereja..
yang sederhan...
Proficiat buat Kuria Keuskupan... semangat bekerja dan Tuhan selalu memberkati.
Tapi kalo se...
Damai bagimu,\nProficiat saya ucapkan atas nama semua Orang Muda Katolik
se-Keuskupan Ba...
Kami keluarga Besar Maukeli Bandung mengucapkan proficiat dan selamat melayani
kepada Mgr. S...
Selamat atas pentahbisan Mgr. Silvester San sebagai Uskup Denpasar. Tuhan
Memberkati.