Sunday, 05 February 2012
Home arrow Info Keuskupan arrow Penjelasan terkait Gereja Katolik St. Paulus Singaraja

Ikutan milis yuk


Ikutan milis Keuskupan Denpasar

Santapan Rohani

Santo Santa
Renungan Romo
Advertisement
Penjelasan terkait Gereja Katolik St. Paulus Singaraja PDF Print E-mail
Written by Puspas Keuskupan Denpasar at Thursday, 26 August 2010 (4825 hits)

PENJELASAN RESMI GEREJA KATOLIK KEUSKUPAN DENPASAR

TERKAIT PERISTIWA DI GEREJA KATOLIK PAROKI SANTO  PAULUS SINGARAJA

PADA SELASA, 24 AGUSTUS 2010

 

Sehubungan dengan pemberitaan yang dilansir oleh sejumlah media baik local maupun nasional, terkait peristiwa yang terjadi di Gereja St. Paulus Singaraja (Jln. Kartini no 1 Singaraja) pada Hari Selasa (24/8),  maka dengan ini kami selaku otoritas resmi Keuskupan Denpasar menilai penting untuk meluruskan beberapa hal sebagai berikut:

 

1.      Bahwa rombongan yang berangkat dari Denpasar adalah Umat Katolik Keuskupan Denpasar, bukan oknum preman sebagaimana yang diberitakan oleh beberapa media tertentu.

2.      Bahwa maksud kedatangan sejumlah umat Katolik Keuskupan Denpasar untuk menghantar pastor yang secara resmi diangkat oleh Uskup Denpasar (Bali - NTB) atas nama Romo Yohanes Handryanto Wijaya, Pr, sekaligus meminta Romo Yan Tanu untuk segera meningalkan Gereja Santo Paulus Singaraja karena secara hukum Gereja yang bersangkutan tidak memiliki Yuridiksi (wewenang), sehingga segala tindakan pastoralnya tidak sah dan sangat merugikan Umat Katolik.

3.      Bahwa umat Katolik Keuskupan Denpasar yang mengantar Romo Yohanes Handriyanto Wijaya, Pr, tidak bisa masuk ke dalam Gereja karena saat itu gerbang gereja dalam kondisi terkunci dan dijaga oleh beberapa pendukung Romo Yan Tanu yang terus melakukan provokasi terhadap Umat Katolik Keuskupan Denpasar. Sehingga, memilih masuk ke dalam gereja dengan cara membongkar kunci gerbang gereja yang seharusnya terbuka untuk seluruh Umat Katolik. 

4.      Bahwa Romo Yan Tanu dan salah seorang pendukung Romo Yan Tanu bernama Yohanes Olla dibopong keluar karena keduanya bersikukuh tidak mau meninggalkan gereja Santu Paulus Singaraja. Walaupun sudah tidak punya kewenangan lagi untuk menempati gereja tersebut.  

5.      Bahwa perlu kami tegaskan, tidak ada perusakan terhadap gedung gereja Santo Paulus Singaraja oleh umat Katolik Keuskupan Denpasar, kecuali pembukaan paksa salah satu pintu kamar di rumah Pastoran yang terletak di dalam kompleks Gereja Santo Paulus Singaraja untuk mencari Romo Yan Tanu.

6.     Terkait dengan berita tentang tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Umat Katolik Keuskupan Denpasar terhadap salah seorang pendukung Romo Yan Tanu yang bernama Theo karena yang bersangkutan tidak mau meninggalkan Kompleks Gereja dan berusaha untuk melawan, meski telah diminta oleh beberapa umat Katolik Keuskupan Denpasar agar yang bersangkutan segera meninggalkan lokasi. Ketidaksengajaan itu juga dipicu oleh informasi yang diterima Tim Umat Katolik Keuskupan Denpasar bahwa, ada sekelompok orang bayaran dari kelompok pendukung Romo Yan Tanu yang akan berusaha menghadang umat Katolik Keuskupan Denpasar yang datang.

 

Demikian penjelasan ini kami sampaikan untuk dimaklumi. Terima kasih, Tuhan Memberkati.

 

 

Denpasar, 25 Agustus 2010

 

Direktur Pusat Pastoral Keuskupan Denpasar

 

Romo Herman Yoseph Babey, Pr.

 

Catatan: Apabila ada hal yang kurang jelas, silahkan menghubungi Direktur Pusat Pastoral Keuskupan Denpasar, No Tlp: 222020.



+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
+/- Comments
Add New Search

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >