Written by Romo Herman Yoseph Babey, Pr. at Saturday, 15 August 2009 (1047 hits)
”Barang siapa tidak memikul salibnya dan mengikuti Aku ,ia tidak dapat menjadi muridKu” (Lukas 14, 27)
Mengetahui kehidupan Yesus yang sejak dilahirkan selalu berhadapan dengan penolakan, konflik, penindasan dan penganiayaan, adalah hal biasa bagi setiap orang yang mengimani Yesus. Hal yang biasa ini tidak hanya menjadi milik orang Kristen dewasa saja, tetapi ada dalam diri setiap orang Kristen. Bahkan anak kecil saja tahu tentang penderitaan yang dialami oleh Yesus. Tetapi memahami sungguh akan konsekuensi dari mengimani Yesus dan berani mengalami penderitaan yang sama seperti yang dialami oleh Yesus, adalah “perkara gampang-gampang susah”. Mengapa? Hal ini karena banyak kali orang-orang Kristen justru berpikir untuk menghindarkan diri dari penderitaan (baca: salib), dan bukannya dengan terbuka dan berani menerima penderitaan yang dialaminya sebagai salib yang harus dipikulnya, apalagi harus mengalami penderitaan yang sama seperti pengalaman penderitaan Yesus yang dimaninya.
Di hadapan banyak orang yang berduyun-duyun mengikutiNya, Yesus
menjelaskan persyaratan menjadi pengikutNya (Baca : Lukas 14, 25 – 33).
Beberapa contoh yang terjadi dalam kehidupan praktis hidup manusia
sengaja dipaparkan Yesus untuk menjelaskan sejumlah persyaratan penting
dalam mengikutiNya. Antara lain; tentang bagaimana caranya mendirikan
sebuah menara, bagaimana seseorang dapat menjadi raja untuk memimpin
sebuah perang, dan bagaimana fungsi garam kalau garam itu sudah menjadi
tawar serta kemungkinan mengalami tantangan dan penderitaan bagi setiap
mereka yang mengambil keputusan untuk berjalan mengikutiNya. Dengan ini
menjadi jelas bahwa Yesus memberikan kesempatan kepada orang-orang yang
menyertaiNya untuk mengetahui konsekuensi dalam berjalan bersamaNya dan
membiarkan kelompok orang banyak untuk berpikir sungguh-sungguh sebelum
menjadi pengikutNya.
Dalam kehidupan kita sehari–hari terkadang kita melakukan suatu
tindakan tanpa berpikir secara matang tentang segala resiko yang bakal
muncul. Akibatnya kita seringkali berhadapan dengan berbagai bentuk
penderitaan dan kegagalan, baik dialami oleh diri kita secara pribadi
maupun orang lain dalam lingkup sosial. Dengan contoh perbandingan
tersebut, Yesus mengajak kita untuk mempertimbangkan segala resiko yang
bakal terjadi, sebelum kita menentukan pilihan atas hidup ini. Dalam
terang perbandingan yang sama, Yesus juga mengharapkan kita memahami
sungguh-sungguh akan konsekuensi tantangan, pengorbanan dan penderitaan
yang mewarnai keseharian kita, berkaitan dengan pilihan atas hidup,
termasuk memilih menjadi pengikutNya.
Menentukan pilihan atas hidup memang tidak gampang, dan menjalankan
pilihan hidup itu juga tidak mudah. Namun itu tidak berarti kita
melarikan diri dari kenyataan dan menjadi orang yang gampang putus asa.
Mari kita datang kepadaNya dan belajar daripadaNya, sebab dalam diriNya
kita akan menemukan kualitas hidup yang sebenarnya. Bersama denganNya
kita akan berjalan melewati setiap salib dan penderitaan atas hidup ini
menuju Kerajaan Allah.
Saudaraku! Ambillah waktu 2 - 3 menit untuk duduk tenang: rasakan
kehadiran Tuhan: katuplah kedua matamu, aturlah nafasmu. Lihatlah badai
kehidupanmu yang sementara mengganggu bahkan mengancam imanmu
kepadaNya. Kemudian pandanglah Yesus yang menawarkan salibNya kepadamu.
Berjuanglah untuk mendekatiNya dan beranilah mengambil keputusan untuk
membantu memikul salib yang ditawarkan Yesus kepadamu. Saudaraku,
berjalanlah bersamaNya menuju kalvari kehidupanmu.
Tuhan Yesus, terima kasih karena lewat Jalan SalibMu, Engkau mengajak
aku untuk berjalan bersamaMu menuju Golgota. Kuatkanlah aku dalam
perjalanan yang seringkali melelahkan, karena aku sangat lemah. Aku
ingin tetap mengikutimu dan mau menjadikan SalibMU sebagai sumber
kekuatanku, Amin.
Tuhan memberkati!
|
Sekiranya dalam homili dapat diselipkan mengenai tradis/aturan/hukum gereja..
yang sederhan...
Proficiat buat Kuria Keuskupan... semangat bekerja dan Tuhan selalu memberkati.
Tapi kalo se...
Damai bagimu,\nProficiat saya ucapkan atas nama semua Orang Muda Katolik
se-Keuskupan Ba...
Kami keluarga Besar Maukeli Bandung mengucapkan proficiat dan selamat melayani
kepada Mgr. S...
Selamat atas pentahbisan Mgr. Silvester San sebagai Uskup Denpasar. Tuhan
Memberkati.