Thursday, 29 July 2010
Home arrow Renungan Romo arrow BELAJAR MENERIMA SALIB SEBAGAI RESIKO MENGIKUTI YESUS

Santapan Rohani

Santo Santa
Renungan Romo

Daftar Anggota

Lihat / Cari Anggota

Login Disini

Advertisement
BELAJAR MENERIMA SALIB SEBAGAI RESIKO MENGIKUTI YESUS PDF Print E-mail
Written by Romo Herman Yoseph Babey, Pr. at Saturday, 15 August 2009 (1047 hits)


”Barang siapa tidak memikul salibnya dan mengikuti Aku ,ia tidak dapat menjadi muridKu” (Lukas 14, 27)


Mengetahui kehidupan Yesus yang sejak dilahirkan selalu berhadapan dengan penolakan, konflik, penindasan dan penganiayaan, adalah hal biasa bagi setiap orang yang mengimani Yesus. Hal yang biasa ini tidak hanya menjadi milik orang Kristen dewasa saja, tetapi ada dalam diri setiap orang Kristen. Bahkan anak kecil saja tahu tentang penderitaan yang dialami oleh Yesus. Tetapi memahami sungguh akan konsekuensi dari mengimani Yesus dan berani mengalami penderitaan yang sama seperti yang dialami oleh Yesus, adalah “perkara gampang-gampang susah”. Mengapa? Hal ini karena banyak kali orang-orang Kristen justru berpikir untuk menghindarkan diri dari penderitaan (baca: salib), dan bukannya dengan terbuka dan berani menerima penderitaan yang dialaminya sebagai salib yang harus dipikulnya, apalagi harus mengalami penderitaan yang sama seperti pengalaman penderitaan Yesus yang dimaninya.


 

Di hadapan banyak orang yang berduyun-duyun mengikutiNya, Yesus menjelaskan persyaratan menjadi pengikutNya (Baca : Lukas 14, 25 – 33). Beberapa contoh yang terjadi dalam kehidupan praktis hidup manusia sengaja dipaparkan Yesus untuk menjelaskan sejumlah persyaratan penting dalam mengikutiNya. Antara lain; tentang bagaimana caranya mendirikan sebuah menara, bagaimana seseorang dapat menjadi raja untuk memimpin sebuah perang, dan bagaimana fungsi garam kalau garam itu sudah menjadi tawar serta kemungkinan mengalami tantangan dan penderitaan bagi setiap mereka yang mengambil keputusan untuk berjalan mengikutiNya. Dengan ini menjadi jelas bahwa Yesus memberikan kesempatan kepada orang-orang yang menyertaiNya untuk mengetahui konsekuensi dalam berjalan bersamaNya dan membiarkan kelompok orang banyak untuk berpikir sungguh-sungguh sebelum menjadi pengikutNya.


Dalam kehidupan  kita sehari–hari terkadang kita melakukan suatu tindakan tanpa berpikir secara matang tentang segala resiko yang bakal muncul. Akibatnya kita seringkali berhadapan dengan berbagai bentuk penderitaan dan kegagalan, baik dialami oleh diri kita secara pribadi maupun orang lain dalam lingkup sosial. Dengan contoh perbandingan tersebut, Yesus mengajak kita untuk mempertimbangkan segala resiko yang bakal terjadi, sebelum kita menentukan pilihan atas hidup ini. Dalam terang perbandingan yang sama, Yesus juga mengharapkan kita memahami sungguh-sungguh akan konsekuensi tantangan, pengorbanan dan penderitaan yang mewarnai keseharian kita, berkaitan dengan pilihan atas hidup, termasuk memilih menjadi pengikutNya.


Menentukan pilihan atas hidup memang tidak gampang, dan menjalankan pilihan hidup itu juga tidak mudah. Namun itu tidak berarti kita melarikan diri dari kenyataan dan menjadi orang yang gampang putus asa. Mari kita datang kepadaNya dan belajar daripadaNya, sebab dalam diriNya kita akan menemukan kualitas hidup yang sebenarnya. Bersama denganNya kita akan berjalan melewati setiap salib dan penderitaan atas hidup ini menuju Kerajaan Allah.


Saudaraku! Ambillah waktu 2 - 3 menit untuk duduk tenang: rasakan kehadiran Tuhan: katuplah kedua matamu, aturlah nafasmu. Lihatlah badai kehidupanmu yang sementara mengganggu bahkan mengancam imanmu kepadaNya. Kemudian pandanglah Yesus yang menawarkan salibNya kepadamu. Berjuanglah untuk mendekatiNya dan beranilah mengambil keputusan untuk membantu memikul salib yang ditawarkan Yesus kepadamu. Saudaraku,  berjalanlah bersamaNya menuju kalvari kehidupanmu.


Tuhan Yesus, terima kasih karena lewat Jalan SalibMu, Engkau mengajak aku untuk berjalan bersamaMu menuju Golgota. Kuatkanlah aku dalam perjalanan yang seringkali melelahkan, karena aku sangat lemah. Aku ingin tetap mengikutimu dan mau menjadikan SalibMU sebagai sumber kekuatanku, Amin.


Tuhan memberkati!

 

 

Only registered users can write comments!
+/- Comments
Search

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
Next >