Thursday, 29 July 2010
Home arrow Renungan Romo arrow PENTINGNYA HIDUP BERDAMAI DENGAN SESAMA

Santapan Rohani

Santo Santa
Renungan Romo

Daftar Anggota

Lihat / Cari Anggota

Login Disini

Advertisement
PENTINGNYA HIDUP BERDAMAI DENGAN SESAMA PDF Print E-mail
Written by Rm. Herman Yoseph Babey, Pr at Saturday, 15 August 2009 (1005 hits)
“Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau  bersama-sama dengan dia
di tengah jalan……….” (Mat 5:25)


Berhadapan dengan praktek hidup manusia yang cenderung sombong, egois, dendam, pemarah dan suka merendahkan martabat hidup sesamanya, seperti karakter hidup para ahli Taurat dan orang-orang Farisi, Yesus mengingatkan para muridNya, untuk tidak mengikuti cara hidup tersebut.  Yesus meminta mereka untuk bersikap rendah hati, selalu mau berdamai dengan sesama, dan berjuang untuk tidak menjadikan dirinya sebagai sumber konflik dan penderitaan bagi sesama.

Dalam mempertanggungjawabkan perjalanan hidup ini,  kita memerlukan jiwa yang besar untuk berani mengampuni sesama dan hidup berdamai dengannya. Juga dengan hati yang suci, setiap manusia  diharapkan bisa menerima kehadiran sesama apa adanya. Bila kita kembali pada amanat penciptaan, manusia diciptakan Allah, sesuai gambar dan CitraNya. “Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut  dan burung-burung di udara .......(Kej 1:26) .  Dalam ayat ini mengandung makna,   manusia memiliki derajat dan martabat yang sama  dihadapan Allah. Status sosial boleh berbeda tetapi derajat dan martabat setiap manusia sama. Jadi hendaklah setiap manusia  bisa melihat kehadiran Allah dalam diri sesamanya. Dengan demikian tidak perlu lagi ada pertengkaran, permusuhan, saling merendahkan, bahkan berniat menghancurkan hidup sesamanya. Untuk melakukan semua ini memang tidak mudah, tetapi itulah karakter Kerajaan Allah yang mau menyelamatkan manusia. Untuk sampai pada  Kerajaan Allah manusia harus terus-menerus berjuang mengalahkan musuh-musuh diri seperti, kesombongan, egois, iri hati, sulit memafkan, dendam dll. Apabila kita menemukan diri kita terpisah  jauh dari sesama oleh karena sikap-sikap tersebut, maka kita harus segera mengambil langkah konkrit untuk memperbaharui diri dalam segala tingkatan kehidupan manusia.


Mencermati kenyatan hidup yang tidak sejalan dengan rencana dan kehendak Allah, kita perlu menempatkan kembali arti terdalam kehidupan manusia yang sebenarnya, yakni hidup yang diarahkan pada kehendak  Allah dan perjuangan hidup manusia yang harus diterjemahkan sebagai anugerah Allah yang mahal harganya. Memang pengaruh tantangan zaman yang tidak bisa kita pungkiri telah menggugah dan mengajak  kita untuk melangkah dengan penuh keyakinan, bahwa Allah memihak kepada kesetiaan iman seseorang menurut rasa penghargaan akan martabat hidup manusia.


Allah telah menciptakan kita dengan penuh kasih,  oleh karena itu kasih  hendaknya   bertumbuh subur di hati setiap manusia. Dengan kasih orang akan mampu menghargai orang lain, mengampuni sesama,  membuat kita semakin rendah hati.   Kasih juga membuat kita tidak mengingat-ingat kesalahan orang lain, apalagi memelihara kesalahan itu sebagai dendam yang akan di bawa sampai mati. Kasih membuat hidup  kita  dekat dengan Allah dan sesama. 


Ambillah waktu 2-3 menit untuk duduk tenang: Rasakan kehadiran Tuhan: katuplah kedua matamu......aturlah nafasmu......berhadapan dengan penderitaan sesama akibat perbuatan kita, apa yang harus kita lakukan? Lihatlah Yesus yang mengajak kita untuk menjadikan diri kita sebagai penyalur kedamaian, rasa aman dan pencinta kesejahteraan hidup bersama sesama.
Tuhan Yesus terimakasih atas kemurahan hatiMu yang boleh saya terima pada hari ini. Mampukanlah saya agar senantiasa berjalan dalam terang keselamatan dan selalu siap untuk berdamai dengan sesama, Amin.

Tuhan memberkati!

Only registered users can write comments!
+/- Comments
Search

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >