Written by Hironimus Adil - Redaktur Majalah Agape at Monday, 02 March 2009 (978 hits)
Umat Menyambut dengan Sukacita
Upacara tahbisan Mgr. DR. Silvestar San, Pr, sebagai Uskup Keuskupan Denpasar, Kamis 19 Februari 2009 berlangsung penuh hikmad, tertib dan meriah di Gereja Roh Kudus Katedral Denpasar. Umat menyambut gembala barunya dengan sukacita.
Terdengar beberapa kali tepuk tangan gembira membahana dalam ruang gereja Katedral maupun di setiap tempat duduk umat di luar gereja ketika Uskup Agung Ende Mgr. Vincentius Sensi Potokota, Pr, selaku Uskup Pentahbis Utama mengumumkan, “Inilah Uskup Denpasar, Mgr. Silvester San.” Pernyataan ini diulang Mgr. Sensi, panggilan akrab Uskup Agung Ende, sebanyak tiga kali seusai Mgr. San mendapat urapan tahbisan, sambil mengarahakan tangannya kepada Mgr San yang telah berdiri anggun di depan kursi (tahta) Keuskupan Denpasar di gereja Katedral.
Ribuan umat mengelu-elukan Mgr. San, ketika uskup yang selalu
melemparkan senyuman khasnya ini berjalan mengelilingi tempat duduk
umat untuk memberikan berkat perdananya. Petugas tata tertib sedikit
kewalahan saat umat berusaha mengerumuni Bapa Uskup saat memberi
berkat. Tak ketinggalan kilatan blitz ratusan kamera digital maupun
telepon selular membidik wajah Sang Gembala.
Upacara agung tersebut didukung cuaca yang cukup bersahabat. Padahal
sejak pagi pada hari tahbisan itu, mendung menggelayut wajah kota
Denpasar, sesekali diguyur gerimis. Namun, alam tak sepenuhnya
menampilkan wajah ‘muram’ sepanjang hari itu, sebab melewati tengah
hari cuaca seketika berubah cerah, saat upacara tahbisan segera akan
dimulai tepat pukul 15.00.
Umat yang hadir dalam misa pentahbisan ini diperkirakan 6000 orang.
Ribuan umat rela duduk di kursi-kursi yang telah disediakan di luar
termasuk di basemen gereja Katedral, mengingat kapasitas gereja
Katedral yang hanya menampung sekitar 1500 orang termasuk di balkon
(lantai 2).
Hampir semua Bapa Uskup dari seluruh
Indonesia datang memberikan doa dan mendukung Uskup baru. Diantara
uskup yang datang, nampak Dubes Vatikan untuk Indonesia Mgr. Leopoldo
Girelli, Uskup Agung Jakarta Kardinal Julius Darmaatmadja, SJ, Ketua
KWI Mgr. Martinus D. Situmorang, OFMCap dan puluhan uskup lainnya. Ada
pula ratusan imam, biarawan/biarawati baik yang berkarya di Keuskupan
Denpasar maupun yang datang dari luar daerah, terutama dari wilayah
NTT, tempat asal Mgr. San.
Uskup Pentahbis Utama, Mgr. Vincentius Sensi didampingi dua uskup
lainnya dari Pulau Flores, yakni Mgr. Kherumbim Pareira, SVD, Uskup
Maumere dan Uskup Larantuka, Mgr. Frans Kopong Kung,Pr.
Dalam kotbahnya, Uskup Agung Ende menegaskan bahwa hari tahbisan Uskup
San merupakan hari sukacita dan penuh syukur atas rahmat Tuhan baik
bagi Gereja lokal Keuskupan Denpasar, Gereja Katolik Indonesia maupun
Gereja universal. Jabatan uskup, katanya, tidak memiliki hubungan
dengan kursi kekuasaan yang bersifat duniawi. “Jabatan ini adalah
sebuah panggilan dan kepercayaan mulia langsung dari Tuhan. Tuhanlah
yang memilih dan menetapkan sekaligus menentukan kegembalaan seseorang
menjadi uskup. Pemilihan Uskup merupakan hak prerogatif Tuhan sendiri,”
ujarnya.
Kepemimpinan seorang Uskup, lanjutnya, tidak lepas dari tugas
kegembalaan untuk melayani umat serta mengurus, merawat dan memelihara
harta iman umat. “Tugas utamanya adalah memulihkan citra umat manusia
sesuai citra Allah sendiri,” tambahnya. Dikatakan, Mgr. San hadir di
Keuskupan Denpasar ini, diutus dan dihadirkan oleh Allah sebagai rekan
sekerja umat Allah di sini. Dalam semangat Gereja universal seorang
Uskup bisa datang dari mana saja, karena itu merupakan kehendak Allah.
Uskup Sensi menegaskan, “Mgr. San tidak punya pilihan lain selain
komitmen pada salib Kristus yang dipercayakan kepadanya. Kini Mgr. San
bersama umat Keuskupan Denpasar mengemban kepercayaan Allah. Dalam
mengemban kepercayaan ini, Mgr. San melalui motonya, telah memilih
suatu pilihan sikap tahu diri yang akan mendorong dia bersikap rendah
hati.” Motto Uskup Denpasar adalah ‘Deus Incrementum Dedit’ (Allah
yang memberikan pertumbuhan (1 Kor 3:7).
Dialog dan Solidaritas
Mgr. Silvester San sendiri dalam sambutannya mengungkapkan, “Dalam
refleksi dan doa, saya menyadari sebagai manusia yang rapuh, tidak
sanggup dan tidak layak dengan pengangkatan ini apalagi meninggalkan
pulau Flores yang sangat saya cintai. Sebab, di samping saya tidak
mengenal situasi Keuskupan Denpasar, saya juga sadar bahwa Uskup
mempunyai tugas yang mahaberat. Namun, setelah pergulatan batin yang
panjang dan sadar akan kepentingan pelayanan Gereja Universal serta
semangat misioner dan demi ketaatan pada Tahta Suci Vatikan, saya
dengan rendah hati berani memberi jawaban positif dengan menerima tugas
ini sebagai kehendak Allah melalui Tahta Suci. Kalau saya mengikuti
kehendak pribadi, saya tidak dapat menerima pengangkatan Tahta Suci
ini, tapi karena alasan di atas saya bersedia menerima pengangkatan
menjadi Uskup Denpasar bukan demi interese pribadi, melainkan demi
pelayanan Gereja Universal dan umat Allah di Keuskupan Denpasar.
Bersama umat Keuskupan Denpasar saya bersyukur kepada Tuhan atas
kepercayaan ini, semoga dengan bantuan Tuhan tugas mulia ini saya
jalankan dengan baik.”
Mgr. San menyadari bahwa situasi umat yang heterogen dan minoritas di
wilayah Keuskupan Denpasar menuntut suatu pilihan tepat dalam karya
pastoral. Uskup berharap, agar seluruh fungsionari pastoral dan umat,
bersama dirinya sebagai gembala untuk meningkatkan semangat dialog dan
solidaritas. “Saya menyadari bahwa umat di Keuskupan Denpasar yang
tersebar di dua provinsi, Bali dan NTB yang di dalamnya ada tiga pulau:
Bali, Lombok dan Sumbawa termasuk dalam kelompok minoritas. Oleh karena
itu saya mengharapkan agar semangat dialog dengan pihak lain tetap
harus dinyalakan, sambil semangat solidaritas dalam Kelompok Basis
Gerejani (KBG) hendaknya dihayati dalam hidup harian.”
Melalui motto tahbisannya: Deus Incrementum Dedit, Mgr. San, justru
terinspirasi oleh situasi Keuskupan Denpasar. Kenyataan heterogenitas
atau keanekaragaman etnik di keuskupan ini, di satu pihak merupakan hal
positif yang dapat memperkaya kehidupan bersama, namun di pihak lain
kenyataan ini bisa membawa dampak negatif. Tidak terhindarkan bahwa
dalam situasi seperti ini akan tercipta aneka kompetisi, yang kalau
tidak dilaksanakan dalam semangat kristiani akan menjurus ke konflik
dan perpecahan.
“Situasi heterogen ini mengingatkan kita akan situasi umat Korentus
pada zaman Rasul Paulus yang terancam oleh berbagai konflik dan
perpecahan dalam kelompok Apolos, Paulus, Kefas dan lain-lain (bdk 1
Kor 3:1-9). Setiap kelompok menganggap paling penting dan berjasa.
Kenyataan dunia ini memang selalu berjuang untuk mementingkan golongan.
Oleh Paulus mereka masih disebut manusia duniawi, karena itu Paulus
menghimbau mereka untuk selalu bersatu padu dalam Allah, agar mereka
dapat disebut manusia rohani. Sekalipun Paulus dan Apolos yang berjasa
dalam menanam dan menyiram, tetapi Allah yang memberikan pertumbuhan,”
jelasnya.
Harapan yang sama juga dimintanya kepada umat Keuskupan Denpasar. “Kita
semua, baik Imam, biarawan-biarawati, para fungsionaris pastoral dan
seluruh umat adalah rekan-rekan sekerja Allah yang harus bekerja keras
dan bekerja sama untuk melayani Gereja di Keuskupan Denpasar. Dan
supaya dapat bersatu padu dalam tugas pelayanan tersebut, kita
hendaknya mengandalkan kekuatan Tuhan dan bukan pada kekuatan manusiawi
kita. Yang terpenting bukan yang menanam atau yang menyiram, melainkan
“Allah yang memberikan pertumbuhan” – Deus Incrementum Dedit- (1 Kor
3:7).” Tidak lupa pula Uskup terpilih mohon doa-doa dan dukungan
seluruh imam, biarawan-biarawati dan seluruh umat.
Selain keagungan dan kemeriahan misa tahbisan, Salve Agung dan Misa
Pontifikal yang masing-masing dilaksanakan sehari sebelum dan sesudah
tahbisan sungguh mengesankan suatu peristiwa penuh rahmat yang tidak
kalah agung dan meriahnya. Ini semua berkat kesiapan panitia dan
seluruh petugas liturgi yang luar biasa dalam menyukseskan rangkaian
upacara tahbisan ini. Tentu pula dukungan moril dan materil dari
seluruh umat dan para donator.
Selamat berkarya Bapa Uskup San dan selamat bahagia buat umat Keuskupan
Denpasar. Mari dukung Uskup kita dengan karya dan doa!
Hironimus Adil
- Redaktur Majalah Agape
|
Sekiranya dalam homili dapat diselipkan mengenai tradis/aturan/hukum gereja..
yang sederhan...
Proficiat buat Kuria Keuskupan... semangat bekerja dan Tuhan selalu memberkati.
Tapi kalo se...
Damai bagimu,\nProficiat saya ucapkan atas nama semua Orang Muda Katolik
se-Keuskupan Ba...
Kami keluarga Besar Maukeli Bandung mengucapkan proficiat dan selamat melayani
kepada Mgr. S...
Selamat atas pentahbisan Mgr. Silvester San sebagai Uskup Denpasar. Tuhan
Memberkati.