Sunday, 05 February 2012
Home arrow Keuskupan arrow Mgr. San Ditahbiskan

Ikutan milis yuk


Ikutan milis Keuskupan Denpasar

Santapan Rohani

Santo Santa
Renungan Romo
Advertisement
Mgr. San Ditahbiskan PDF Print E-mail
Written by Hironimus Adil - Redaktur Majalah Agape at Monday, 02 March 2009 (2466 hits)

Image
Umat Menyambut dengan Sukacita

Upacara tahbisan Mgr. DR. Silvestar San, Pr, sebagai Uskup Keuskupan Denpasar, Kamis 19 Februari 2009 berlangsung penuh hikmad, tertib dan meriah di Gereja Roh Kudus Katedral Denpasar. Umat menyambut gembala barunya dengan sukacita.
Terdengar beberapa kali tepuk tangan gembira membahana dalam ruang gereja Katedral maupun di setiap tempat duduk umat di luar gereja ketika Uskup Agung Ende Mgr. Vincentius Sensi Potokota, Pr, selaku Uskup Pentahbis Utama mengumumkan, “Inilah Uskup Denpasar, Mgr. Silvester San.” Pernyataan ini diulang Mgr. Sensi, panggilan akrab Uskup Agung Ende, sebanyak tiga kali seusai Mgr. San mendapat urapan tahbisan, sambil mengarahakan tangannya kepada Mgr San yang telah berdiri anggun di depan kursi (tahta) Keuskupan Denpasar di gereja Katedral. 

Ribuan umat mengelu-elukan Mgr. San, ketika uskup yang selalu melemparkan senyuman khasnya ini berjalan mengelilingi tempat duduk umat untuk memberikan berkat perdananya. Petugas tata tertib sedikit kewalahan saat umat berusaha mengerumuni Bapa Uskup saat memberi berkat. Tak ketinggalan kilatan blitz ratusan kamera digital maupun telepon selular membidik wajah Sang Gembala.    
Upacara agung tersebut didukung cuaca yang cukup bersahabat. Padahal sejak pagi pada hari tahbisan itu, mendung menggelayut wajah kota Denpasar, sesekali diguyur gerimis. Namun, alam tak sepenuhnya menampilkan wajah ‘muram’ sepanjang hari itu, sebab melewati tengah hari cuaca seketika berubah cerah, saat upacara tahbisan segera akan dimulai tepat pukul  15.00.
Umat yang hadir dalam misa pentahbisan ini diperkirakan 6000 orang. Ribuan umat rela duduk di kursi-kursi yang telah disediakan di luar termasuk di basemen gereja Katedral, mengingat kapasitas gereja Katedral yang hanya menampung sekitar 1500 orang termasuk di balkon (lantai 2).

Hampir semua Bapa Uskup dari seluruh Indonesia datang memberikan doa dan mendukung Uskup baru. Diantara uskup yang datang, nampak Dubes Vatikan untuk Indonesia Mgr. Leopoldo Girelli, Uskup Agung Jakarta Kardinal Julius Darmaatmadja, SJ, Ketua KWI Mgr. Martinus D. Situmorang, OFMCap dan puluhan uskup lainnya. Ada pula ratusan imam, biarawan/biarawati baik yang berkarya di Keuskupan Denpasar maupun yang datang dari luar daerah, terutama dari wilayah NTT, tempat asal Mgr. San.
Uskup Pentahbis Utama, Mgr. Vincentius Sensi didampingi dua uskup lainnya dari Pulau Flores, yakni Mgr. Kherumbim Pareira, SVD, Uskup Maumere dan Uskup Larantuka, Mgr. Frans Kopong Kung,Pr.

Dalam kotbahnya, Uskup Agung Ende menegaskan bahwa hari tahbisan Uskup San merupakan hari sukacita dan penuh syukur atas rahmat Tuhan baik bagi Gereja lokal Keuskupan Denpasar, Gereja Katolik Indonesia maupun Gereja universal. Jabatan uskup, katanya, tidak memiliki hubungan dengan kursi kekuasaan yang bersifat duniawi. “Jabatan ini adalah sebuah panggilan dan kepercayaan mulia langsung dari Tuhan. Tuhanlah yang memilih dan menetapkan sekaligus menentukan kegembalaan  seseorang menjadi uskup. Pemilihan Uskup merupakan hak prerogatif Tuhan sendiri,” ujarnya.
Kepemimpinan seorang Uskup, lanjutnya, tidak lepas dari tugas kegembalaan untuk melayani umat serta mengurus, merawat dan memelihara harta iman umat. “Tugas utamanya adalah memulihkan citra umat manusia sesuai citra Allah sendiri,” tambahnya. Dikatakan, Mgr. San hadir di Keuskupan Denpasar ini, diutus dan dihadirkan oleh Allah sebagai rekan sekerja umat Allah di sini. Dalam semangat Gereja universal seorang Uskup bisa datang dari mana saja, karena itu merupakan kehendak Allah.
Uskup Sensi menegaskan, “Mgr. San tidak punya pilihan lain selain komitmen pada salib Kristus yang dipercayakan kepadanya. Kini Mgr. San bersama umat Keuskupan Denpasar mengemban kepercayaan Allah. Dalam mengemban kepercayaan ini, Mgr. San melalui motonya, telah memilih suatu pilihan sikap tahu diri yang akan mendorong dia bersikap rendah hati.”  Motto Uskup Denpasar adalah ‘Deus Incrementum Dedit’ (Allah yang memberikan pertumbuhan (1 Kor 3:7).


Dialog dan Solidaritas


Mgr. Silvester San sendiri dalam sambutannya mengungkapkan, “Dalam refleksi dan doa, saya menyadari sebagai manusia yang rapuh, tidak sanggup dan tidak layak dengan pengangkatan ini apalagi meninggalkan pulau Flores yang sangat saya cintai. Sebab, di samping saya tidak mengenal situasi Keuskupan Denpasar, saya juga sadar bahwa Uskup mempunyai tugas yang  mahaberat. Namun, setelah pergulatan batin yang panjang dan sadar akan kepentingan pelayanan Gereja Universal serta semangat misioner dan demi ketaatan pada Tahta Suci Vatikan, saya dengan rendah hati berani memberi jawaban positif dengan menerima tugas ini sebagai kehendak Allah melalui Tahta Suci. Kalau saya mengikuti kehendak pribadi, saya tidak dapat menerima pengangkatan Tahta Suci ini, tapi karena alasan di atas saya bersedia menerima pengangkatan menjadi Uskup Denpasar bukan demi interese pribadi, melainkan demi pelayanan Gereja Universal dan umat Allah di Keuskupan Denpasar. Bersama umat Keuskupan Denpasar saya bersyukur kepada Tuhan atas kepercayaan ini, semoga dengan bantuan Tuhan tugas mulia ini saya jalankan dengan baik.”

Mgr. San menyadari bahwa situasi umat yang heterogen dan minoritas di wilayah Keuskupan Denpasar menuntut suatu pilihan tepat dalam karya pastoral. Uskup berharap, agar seluruh fungsionari pastoral dan umat, bersama dirinya sebagai gembala untuk meningkatkan semangat dialog dan solidaritas. “Saya menyadari bahwa umat di Keuskupan Denpasar yang tersebar di dua provinsi, Bali dan NTB yang di dalamnya ada tiga pulau: Bali, Lombok dan Sumbawa termasuk dalam kelompok minoritas. Oleh karena itu saya mengharapkan agar semangat dialog dengan pihak lain tetap harus dinyalakan, sambil semangat solidaritas dalam Kelompok Basis Gerejani (KBG) hendaknya dihayati dalam hidup harian.”

Melalui motto tahbisannya: Deus Incrementum Dedit, Mgr. San, justru terinspirasi oleh situasi Keuskupan Denpasar. Kenyataan heterogenitas atau keanekaragaman etnik di keuskupan ini, di satu pihak merupakan hal positif yang dapat memperkaya kehidupan bersama, namun di pihak lain kenyataan ini bisa membawa dampak negatif. Tidak terhindarkan bahwa dalam situasi seperti ini akan tercipta aneka kompetisi, yang kalau tidak dilaksanakan dalam semangat kristiani akan menjurus ke konflik dan perpecahan.
“Situasi heterogen ini mengingatkan kita akan situasi umat Korentus pada zaman Rasul Paulus yang terancam oleh berbagai konflik dan perpecahan dalam kelompok Apolos, Paulus, Kefas dan lain-lain (bdk 1 Kor 3:1-9). Setiap kelompok menganggap paling penting dan berjasa. Kenyataan dunia ini memang selalu berjuang untuk mementingkan golongan. Oleh Paulus mereka masih disebut manusia duniawi, karena itu Paulus menghimbau mereka untuk selalu bersatu padu dalam Allah, agar mereka dapat disebut manusia rohani. Sekalipun Paulus dan Apolos yang berjasa dalam menanam dan menyiram, tetapi Allah yang memberikan pertumbuhan,” jelasnya.

Harapan yang sama juga dimintanya kepada umat Keuskupan Denpasar. “Kita semua, baik Imam, biarawan-biarawati, para fungsionaris pastoral dan seluruh umat adalah rekan-rekan sekerja Allah yang harus bekerja keras dan bekerja sama untuk melayani Gereja di Keuskupan Denpasar. Dan supaya dapat bersatu padu dalam tugas pelayanan tersebut, kita hendaknya mengandalkan kekuatan Tuhan dan bukan pada kekuatan manusiawi kita. Yang terpenting bukan yang menanam atau yang menyiram, melainkan “Allah yang memberikan pertumbuhan” – Deus Incrementum Dedit- (1 Kor 3:7).” Tidak lupa pula Uskup terpilih mohon doa-doa dan dukungan seluruh imam, biarawan-biarawati dan seluruh umat.
Selain keagungan dan kemeriahan misa tahbisan, Salve Agung dan Misa Pontifikal yang masing-masing dilaksanakan sehari sebelum dan sesudah tahbisan sungguh mengesankan suatu peristiwa penuh rahmat yang tidak kalah agung dan meriahnya. Ini semua berkat kesiapan panitia dan seluruh petugas liturgi yang luar biasa dalam menyukseskan rangkaian upacara tahbisan ini. Tentu pula dukungan moril dan materil dari seluruh umat dan para donator.

Selamat berkarya Bapa Uskup San dan selamat bahagia buat umat Keuskupan Denpasar. Mari dukung Uskup kita dengan karya dan doa! 

Hironimus Adil - Redaktur Majalah Agape

 

Image

 

+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
+/- Comments
Add New Search

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >