Thursday, 29 July 2010
Home

Santapan Rohani

Santo Santa
Renungan Romo

Daftar Anggota

Lihat / Cari Anggota

Login Disini

Advertisement
RELAWAN PENDIDIKAN POLITIK ORANG MUDA KATOLIK PDF Print E-mail
Written by PusPas Denpasar at Wednesday, 10 December 2008 (1350 hits)

JEJARING MUDA KATOLIK INDONESIA
RELAWAN PENDIDIKAN POLITIK ORANG MUDA KATOLIK
KOMISI  KEPEMUDAAN KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA
2008
 
Pengantar                                                      
Tanggal 27 - 30 November 2008, kami, 62 relawan  pendidikan politik Orang Muda Katolik (OMK) sekaligus delegasi  25 keuskupan se Indonesia telah menjalani proses pertemuan  di Klender Jakarta. Pertemuan ini merupakan salah satu upaya yang difasilitasi oleh Komisi Kepemudaan KWI dalam melaksanakan amanat Gereja Katolik Indonesia untuk ikut mempersiapkan OMK keuskupan-keuskupan demi tugas perutusan mereka di tengah masyarakat. Kami berproses dengan  akrab, diterangi oleh Sabda-Nya, disegarkan  oleh perayaan sakramen Ekaristi dan disemangati oleh rasa persaudaraan sebagai murid-murid pilihan Tuhan.

 


Proses      
Kami berproses dengan metode lokakarya, yaitu bahwa kami sejak dari keuskupan masing-masing sudah membawa bahan dari pengalaman dan analisis situasi kemasyarakatan aktual. Dari yang sudah kami "perbuat" di keuskupan masing-masing,   kami  "membuat" hal nyata bagi jaringan pendidikan politik, sekaligus meningkatkan ketrampilan kami secara praktis.

Pada pertemuan ini, kami belajar dan mengasah kemampuan  praktis untuk kepentingan pendidikan politik. Kami memulai proses pada hari pertama dengan saling berkenalan antar kami para peserta dan bersama-sama berbaur mengolah pengalaman. Di sini kami menyadari bahwa pertemuan ini adalah salah satu jawaban tentang bagaimana partisipasi OMK dalam politik dengan memanfaatkan momentum pemilu 2009, dengan beberapa point kunci yang kami pandang strategis:

    * Memperkuat kerjasama antar Komisi Kepemudaan dan jejaring tim relawan politik OMK
    * Membangun, memelihara, meningkatkan, mengembangkan kepedulian dan partisipasi OMK dalam bidang Sosial  Politik (termasuk didalamnya politik praktis),
    * Berupaya mengembangkan sistem dan praksis kaderisasi OMK yang terlibat dalam berbagai bidang hidup menggereja dan bermasyarakat.

 
Dari proses berbagi pengalaman praksis kami mendapatkan beberapa kata kunci:

    * OMK di setiap KomKep menjadi bagian dari denyut demokratisasi Indonesia yang tiada henti mengalami peristiwa-peristiwa Pemilu di tingkat lokal (Pilkada) dan denyut peristiwa politik menjelang Pemilu 2009.
    * OMK juga adalah bagian integral dari Indonesia yang khas dengan beragamnya keadaan geososial-politik di setiap lokus.
    * Kami merasakan pula bahwa persoalan apatis-pragmatis di kalangan OMK cukup menggejala dan mencemaskan, dengan gejala umum: sikap OMK yang tahu tetapi tak mau tahu dengan Politik.

Di hari kedua antara kami dan narasumber melakukan belajar bersama dengan membedah topik-topik sebagai berikut:
 
1.      Sistem Politik Indonesia Aktual
2.      Tantangan Pemilu 2009
3.      Tantangan Pendidikan Politik OMK
4.      Spritualitas Politik OMK
 
Di hari ketiga kami masuk dalam proses berlatih membuat metodologi alternatif pendidikan politik OMK yakni  membuat Poster Politik,  Riset Aksi Partisipatoris, Jingle Radio, Film pendek, dan aktivasi website pendidikan politik OMK.  Dan pada hari akhir kembali kami melakukan shering antar Regio Komkep lalu, menyampaikan rumusan dan rekomendasi akhir dari seluruh kegiatan ini.
 
Penemuan
OMK merupakan kekuatan amat penting dalam Gereja dan masyarakat. Dari hari ke hari peran OMK di bidang sosial-kemasyarakan makin tampak. Sadar akan pentingnya partisipasi OMK dalam dunia politik, maka hendaknya secara intensif diusahakan pendidikan kewarganegaraan dan politik. Atas dasar inilah, Komisi Kepemudan KWI, yang didukung Kerawam KWI, membuat pendidikan politik bagi OMK di Samadi Klender, 27 - 30 November 2008. Kegiatan ini menjadi sebuah rintisan untuk membuat pendidikan politik untuk OMK jangka panjang dan berkelanjutan. Karena itu, pendidikan politik seharusnya menjadi salah satu orientasi dalam pendampingan OMK di setiap keuskupan.


1.      Potret OMK dalam Dunia Politik
OMK, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, belum memainkan peran sebagaimana mestinya. Sebagian besar OMK ternyata masih bersikap apatis-pragmatis terhadap politik. Bagi mereka politik adalah urusan orang-orang yang punya "kompetensi", yang dalam hal ini asumsinya adalah orang tua. OMK juga berpandangan bahwa politik itu "kotor", tak mendewasakan dan penuh aksi tipu muslihat.


2.      Spiritualitas Berpolitik
Berpolitik memiliki dasar spiritual dalam seluruh sejarah keselamatan manusia. Sejak dalam Perjanjian Lama Allah menghendaki keselamatan semua orang, yang berpuncak pada pemberian Diri Allah dalam Yesus Kristus. Keselamatan itu meliputi segala aspek dan dimensi kehidupan, termasuk kehidupan berbangsa dan bernegara. Itulah sebabnya semua negara dan pemerintahan bertujuan sama, yaitu mewujudkan kesejahteraan umum (bonum commune). OMK sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara dipanggil untuk mewujudkan keselamatan melalui keterlibatan dalam setiap aspek kehidupan bangsa, salah satunya adalah  kehidupan berpolitik. Berpolitik merupakan profesi dan sekaligus panggilan. Artinya bahwa setiap warga negara, termasuk OMK dipanggil untuk berperan maksimal, strategis, dan bertangung jawab.


3.      Kondisi Politik Indonesia Aktual
Bergulirnya arus globalisasi di akhir abad XX telah membawa pengaruh besar bagi seluruh dunia, termasuk bangsa Indonesia. Sebagai bangsa yang baru berkembang, Indonesia merasakan dampak globalisasi secara luar biasa. Sebagai tanggapan atas tantangan globalisasi ini, bangsa Indonesia mencoba melakukan perubahan dalam sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, salah satunya adalah kehidupan demokrasi. Sebagai kosekuensi masa transisi demokrasi di Indonesia saat ini sedang berlansung proses desentralisasi, restrukturalisasi kelembagaan, multiplikasi aktor dan rekulturalisasi perilaku.


4.      OMK Menyambut Pemilu 2009
Perlu grand design pendidikan politik orang muda sejak sekarang, dan temu relawan ini menjadi usaha yang baik untuk membuat rancang bangun pendidikan politik OMK. Partisipasi politik salah satunya dilakukan dengan mengikuti atau turut memilih wakil dan pemimpin dalam pemilihan umum 2009 dan seterusnya secara cerdas dan bertanggungjawab.


Ketrampilan Praktis dan Efektif

Para relawan pendampingan OMK keuskupan-keuskupan, sudah saatnya menguasai ketrampilan praktis untuk memperluas jaringan dan efektifitas penyampaian pesan berpolitik dengan landasan moral Pancasila dan spritualitas Katolik, sehingga praktek politik yang busuk dibawa kepada praktek politik yang bermoral sesuai hakikatnya.
 
Kesimpulan                 
1.      Kami Relawan Pendidikan Politik Orang Muda Katolik (OMK) menyadari perlunya mendorong partisipasi politik OMK yang didasari dengan pendidikan politik yang memadai
2.      Dalam pendidikan politik tersebut perlu didasari dan diperkuat oleh unsur-unsur spiritual  Katolik yang menjadi  butir-butir pencerahan yang membimbing proses  pendidikan politik itu sendiri
3.      Pendidikan politik bagi OMK ditujukan agar OMK memperoleh wawasan yang lebih nyata tentang situasi politik yang  dapat mendorong kepedulian OMK  terhadap  politik . Diharapkan hal tersebut dapat membangkitkan motivasi untuk secara mandiri meningkatkan  kompetensi dirinya yang akan dibutuhkan dalam keterlibatan OMK dalam politik.
 
Rekomendasi:
1.      Perlunya suatu desain program pendidikan politik OMK yang berjenjang dan  berkesinambungan.
2.      Pentingnya dukungan hirarki  gereja terhadap proses pendidikan politik OMK .
3.      Para Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan tetap  memotivasi dan membuka ruang bagi pendidikan politik OMK serta mendorong keterlibatan aktif OMK dalam pendidikan politik.
4.      OMK adalah bagian integral dari Gereja Katolik Indonesia. Karena itu, segenap unsur Gereja Katolik Indonesia  secara khusus Dewan Paroki di bawah pimpinan Pastor Paroki, hendaknya  melibatkan OMK dalam pengambilan keputusan khususnya yang menyangkut karya sosial-kemasyarakatan paroki. Para Gembala umat hendaknya mendampingi OMK yang sudah aktif dalam usaha penyadaran kemasyarakatan  dengan spiritualitas Katolik dan Ajaran Sosial Gereja.
5.      Perlunya jejaring relawan pendidikan politik OMK untuk menjadi sarana interaksi dan informasi yang dapat memperluas dan memperkuat karya pastoral  OMK. Secara fisik, jejaring itu berupa website www.jejaringmudakatolik.web.id, maupun pertemuan bekala di tingkat regio  serta provinsi gerejawi. Komisi-Komisi Kepemudaan keuskupan, hendaknya memperhatikan dan mengaktifkan fungsi jaringan internet sebagai salah satu sarana pendidikan politik OMK, dan proaktif untuk bekerja sama dalam jaringan.
 
 
Penutup

Kami berterima kasih atas dukungan para Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan, serta berbagai pihak, atas terselenggaranya pertemuan ini. Kami pun bersyukur kepada Tuhan. Kami siap sedia menjalankan perutusan dengan gembira, seperti refleksi iman nabi Yeremia, "Jangan katakan: 'aku ini masih muda', tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah kamu pergi  dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu haruslah kau sampaikan" (Yer 1:7). Semoga Allah Bapa yang telah mengutus Putera-Nya serta membimbing kami dalam Roh Kudus, memberkati niat dan usaha Orang Muda Katolik Indonesia.
Jakarta, 30 November 2008 


PESERTA TEMU RELAWAN

NO    NAMA LENGKAP    KEUSKUPAN
1    Vincentius Yudhit Ciphardian    Surabaya
2    Yulianus Andre Yuris
3    Markurius Ari Susanto
4    Aloysius Adam Purwanto    Semarang
5    Cyprianus Lilik Krismantoro P
6    Petrus Goro hendratmoko
7    Agung Sulistiono   
8    Theresia Avila Ratih Sawitridjati    Bogor
9    Rita B. Marcia Simanjuntak
10    Fabianus Eko Eriyanto
11    Stephanus Hendrik K, SH    Sanggau
12    Nikodemus, SE    Sintang
13    Kristoforus Apin, SE
14    Thomas Ariston    Pontianak
15    Agapitus
16    Wines Ruruk    Samarinda
17    Kristianus Amstrong    Maumere
18    Henny Maria Anastasia, S.Pol    Makassar
19    Laurentia Sambuanga
20    Arkadius Y. Manek    Kupang
21    Bryanta Tarigan    Medan
22    Antonius Jadi Muli Ginting
23    Musa    Merauke
24    Bon Efasius
25    Monica
26    Caecilia Inggriani    Ende
27    Marselinus Vatisan Siga    Jakarta
28    Agnes Purba
29    Thomas Harming
30    Ristawati Malau
31    Sulistyanto Santoso
32    K.B. Ignasius R. Tigor, S.S    Ketapang
33    Serapion P. Prayoga W    Malang
34    Felix Sad Windu Wisnu Broto
35    Vinsensius Santoso
36    Pst. Joutje Palit    Manado
37    Harold H. Pratasik
38    Fransiska N.Z. Angkouw
39    Pst. Kristiaji, MSC    Purwokerto
40    Fendy
41    Soni
42    Pst. Ary Setyawan Pr
43    Emmanuel H. Laia    Padang
44    Angela Yomi Hapsari Purnaningsiwi
45    Eduard Dino Prawirasuyanto
46    Florry koban    Jayapura
47    Nong Desa
48    Kornius    Tanjungselor
49    Albert Baya
50    Fransiskus Irvan    Bandung
51    Fransiscus Xaverius Siswanto Duran
52    Yosep Kusnadi
53    Theresia Silviana Suryo Putri
54    Faris Wangge    Denpasar
55    Theodorus Harjo Soekotjo    Timika
56    Bernarus Turlel    Amboina
57    Matias Watunglawar
58    Frangky Renmaru
59    Pst. Matheus Nusmese Pr
60    Andreas Wasono Saputro    Tanjungkarang
61    Alfons Catur Novena Putra
62    Rossy Mario Endhy Ristianto
         

 
 
Mengetahui,
Komisi Kepemudaan KWI
 
Y. Dwi Harsanto, Pr                                                 + Mgr. Y. Harjosusanto, MSF
Sekretaris Eksekutif                                                              KETUA

 

Only registered users can write comments!
+/- Comments
Search

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >