Written by PusPas Denpasar at Wednesday, 10 December 2008 (1350 hits)
JEJARING MUDA KATOLIK INDONESIA
RELAWAN PENDIDIKAN POLITIK ORANG MUDA
KATOLIK
KOMISI KEPEMUDAAN KONFERENSI WALIGEREJA
INDONESIA
2008
Pengantar
Tanggal 27 - 30 November 2008, kami, 62 relawan pendidikan politik Orang
Muda Katolik (OMK) sekaligus delegasi 25 keuskupan se Indonesia telah menjalani
proses pertemuan di Klender Jakarta. Pertemuan ini merupakan salah satu upaya
yang difasilitasi oleh Komisi Kepemudaan KWI dalam melaksanakan amanat Gereja
Katolik Indonesia untuk ikut mempersiapkan OMK keuskupan-keuskupan demi tugas
perutusan mereka di tengah masyarakat. Kami berproses dengan akrab, diterangi
oleh Sabda-Nya, disegarkan oleh perayaan sakramen Ekaristi dan disemangati oleh
rasa persaudaraan sebagai murid-murid pilihan Tuhan.
Proses
Kami berproses dengan metode lokakarya, yaitu bahwa kami sejak dari
keuskupan masing-masing sudah membawa bahan dari pengalaman dan analisis situasi
kemasyarakatan aktual. Dari yang sudah kami "perbuat" di keuskupan
masing-masing, kami "membuat" hal nyata bagi jaringan pendidikan politik,
sekaligus meningkatkan ketrampilan kami secara praktis.
Pada pertemuan
ini, kami belajar dan mengasah kemampuan praktis untuk kepentingan pendidikan
politik. Kami memulai proses pada hari pertama dengan saling berkenalan antar
kami para peserta dan bersama-sama berbaur mengolah pengalaman. Di sini kami
menyadari bahwa pertemuan ini adalah salah satu jawaban tentang bagaimana
partisipasi OMK dalam politik dengan memanfaatkan momentum pemilu 2009, dengan
beberapa point kunci yang kami pandang strategis:
* Memperkuat
kerjasama antar Komisi Kepemudaan dan jejaring tim relawan politik OMK
*
Membangun, memelihara, meningkatkan, mengembangkan kepedulian dan partisipasi
OMK dalam bidang Sosial Politik (termasuk didalamnya politik praktis),
*
Berupaya mengembangkan sistem dan praksis kaderisasi OMK yang terlibat dalam
berbagai bidang hidup menggereja dan bermasyarakat.
Dari proses
berbagi pengalaman praksis kami mendapatkan beberapa kata kunci:
*
OMK di setiap KomKep menjadi bagian dari denyut demokratisasi Indonesia yang
tiada henti mengalami peristiwa-peristiwa Pemilu di tingkat lokal (Pilkada) dan
denyut peristiwa politik menjelang Pemilu 2009.
* OMK juga adalah bagian
integral dari Indonesia yang khas dengan beragamnya keadaan geososial-politik di
setiap lokus.
* Kami merasakan pula bahwa persoalan apatis-pragmatis di
kalangan OMK cukup menggejala dan mencemaskan, dengan gejala umum: sikap OMK
yang tahu tetapi tak mau tahu dengan Politik.
Di hari kedua antara kami
dan narasumber melakukan belajar bersama dengan membedah topik-topik sebagai
berikut:
1. Sistem Politik Indonesia Aktual
2. Tantangan
Pemilu 2009
3. Tantangan Pendidikan Politik OMK
4. Spritualitas
Politik OMK
Di hari ketiga kami masuk dalam proses berlatih membuat
metodologi alternatif pendidikan politik OMK yakni membuat Poster Politik,
Riset Aksi Partisipatoris, Jingle Radio, Film pendek, dan aktivasi website
pendidikan politik OMK. Dan pada hari akhir kembali kami melakukan shering
antar Regio Komkep lalu, menyampaikan rumusan dan rekomendasi akhir dari seluruh
kegiatan ini.
Penemuan
OMK merupakan kekuatan amat penting dalam
Gereja dan masyarakat. Dari hari ke hari peran OMK di bidang sosial-kemasyarakan
makin tampak. Sadar akan pentingnya partisipasi OMK dalam dunia politik, maka
hendaknya secara intensif diusahakan pendidikan kewarganegaraan dan politik.
Atas dasar inilah, Komisi Kepemudan KWI, yang didukung Kerawam KWI, membuat
pendidikan politik bagi OMK di Samadi Klender, 27 - 30 November 2008. Kegiatan
ini menjadi sebuah rintisan untuk membuat pendidikan politik untuk OMK jangka
panjang dan berkelanjutan. Karena itu, pendidikan politik seharusnya menjadi
salah satu orientasi dalam pendampingan OMK di setiap
keuskupan.
1. Potret OMK dalam Dunia Politik
OMK, yang
menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, belum memainkan peran
sebagaimana mestinya. Sebagian besar OMK ternyata masih bersikap
apatis-pragmatis terhadap politik. Bagi mereka politik adalah urusan orang-orang
yang punya "kompetensi", yang dalam hal ini asumsinya adalah orang tua. OMK juga
berpandangan bahwa politik itu "kotor", tak mendewasakan dan penuh aksi tipu
muslihat.
2. Spiritualitas Berpolitik
Berpolitik memiliki
dasar spiritual dalam seluruh sejarah keselamatan manusia. Sejak dalam
Perjanjian Lama Allah menghendaki keselamatan semua orang, yang berpuncak pada
pemberian Diri Allah dalam Yesus Kristus. Keselamatan itu meliputi segala aspek
dan dimensi kehidupan, termasuk kehidupan berbangsa dan bernegara. Itulah
sebabnya semua negara dan pemerintahan bertujuan sama, yaitu mewujudkan
kesejahteraan umum (bonum commune). OMK sebagai bagian dari kehidupan berbangsa
dan bernegara dipanggil untuk mewujudkan keselamatan melalui keterlibatan dalam
setiap aspek kehidupan bangsa, salah satunya adalah kehidupan berpolitik.
Berpolitik merupakan profesi dan sekaligus panggilan. Artinya bahwa setiap warga
negara, termasuk OMK dipanggil untuk berperan maksimal, strategis, dan
bertangung jawab.
3. Kondisi Politik Indonesia
Aktual
Bergulirnya arus globalisasi di akhir abad XX telah membawa pengaruh
besar bagi seluruh dunia, termasuk bangsa Indonesia. Sebagai bangsa yang baru
berkembang, Indonesia merasakan dampak globalisasi secara luar biasa. Sebagai
tanggapan atas tantangan globalisasi ini, bangsa Indonesia mencoba melakukan
perubahan dalam sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, salah satunya adalah
kehidupan demokrasi. Sebagai kosekuensi masa transisi demokrasi di Indonesia
saat ini sedang berlansung proses desentralisasi, restrukturalisasi kelembagaan,
multiplikasi aktor dan rekulturalisasi perilaku.
4. OMK
Menyambut Pemilu 2009
Perlu grand design pendidikan politik orang muda sejak
sekarang, dan temu relawan ini menjadi usaha yang baik untuk membuat rancang
bangun pendidikan politik OMK. Partisipasi politik salah satunya dilakukan
dengan mengikuti atau turut memilih wakil dan pemimpin dalam pemilihan umum 2009
dan seterusnya secara cerdas dan bertanggungjawab.
Ketrampilan
Praktis dan Efektif
Para relawan pendampingan OMK keuskupan-keuskupan, sudah
saatnya menguasai ketrampilan praktis untuk memperluas jaringan dan efektifitas
penyampaian pesan berpolitik dengan landasan moral Pancasila dan spritualitas
Katolik, sehingga praktek politik yang busuk dibawa kepada praktek politik yang
bermoral sesuai hakikatnya.
Kesimpulan
1. Kami
Relawan Pendidikan Politik Orang Muda Katolik (OMK) menyadari perlunya mendorong
partisipasi politik OMK yang didasari dengan pendidikan politik yang
memadai
2. Dalam pendidikan politik tersebut perlu didasari dan
diperkuat oleh unsur-unsur spiritual Katolik yang menjadi butir-butir
pencerahan yang membimbing proses pendidikan politik itu sendiri
3.
Pendidikan politik bagi OMK ditujukan agar OMK memperoleh wawasan yang lebih
nyata tentang situasi politik yang dapat mendorong kepedulian OMK terhadap
politik . Diharapkan hal tersebut dapat membangkitkan motivasi untuk secara
mandiri meningkatkan kompetensi dirinya yang akan dibutuhkan dalam keterlibatan
OMK dalam politik.
Rekomendasi:
1. Perlunya suatu desain program
pendidikan politik OMK yang berjenjang dan berkesinambungan.
2.
Pentingnya dukungan hirarki gereja terhadap proses pendidikan politik OMK
.
3. Para Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan tetap memotivasi dan
membuka ruang bagi pendidikan politik OMK serta mendorong keterlibatan aktif OMK
dalam pendidikan politik.
4. OMK adalah bagian integral dari Gereja
Katolik Indonesia. Karena itu, segenap unsur Gereja Katolik Indonesia secara
khusus Dewan Paroki di bawah pimpinan Pastor Paroki, hendaknya melibatkan OMK
dalam pengambilan keputusan khususnya yang menyangkut karya
sosial-kemasyarakatan paroki. Para Gembala umat hendaknya mendampingi OMK yang
sudah aktif dalam usaha penyadaran kemasyarakatan dengan spiritualitas Katolik
dan Ajaran Sosial Gereja.
5. Perlunya jejaring relawan pendidikan
politik OMK untuk menjadi sarana interaksi dan informasi yang dapat memperluas
dan memperkuat karya pastoral OMK. Secara fisik, jejaring itu berupa website www.jejaringmudakatolik.web.id,
maupun pertemuan bekala di tingkat regio serta provinsi gerejawi. Komisi-Komisi
Kepemudaan keuskupan, hendaknya memperhatikan dan mengaktifkan fungsi jaringan
internet sebagai salah satu sarana pendidikan politik OMK, dan proaktif untuk
bekerja sama dalam jaringan.
Penutup
Kami berterima kasih atas
dukungan para Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan, serta berbagai pihak, atas
terselenggaranya pertemuan ini. Kami pun bersyukur kepada Tuhan. Kami siap sedia
menjalankan perutusan dengan gembira, seperti refleksi iman nabi Yeremia,
"Jangan katakan: 'aku ini masih muda', tetapi kepada siapapun engkau Kuutus,
haruslah kamu pergi dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu haruslah kau
sampaikan" (Yer 1:7). Semoga Allah Bapa yang telah mengutus Putera-Nya serta
membimbing kami dalam Roh Kudus, memberkati niat dan usaha Orang Muda Katolik
Indonesia.
Jakarta, 30 November 2008
PESERTA TEMU
RELAWAN
NO NAMA LENGKAP KEUSKUPAN
1 Vincentius Yudhit
Ciphardian Surabaya
2 Yulianus Andre Yuris
3 Markurius Ari
Susanto
4 Aloysius Adam Purwanto Semarang
5 Cyprianus Lilik
Krismantoro P
6 Petrus Goro hendratmoko
7 Agung Sulistiono
8 Theresia Avila Ratih Sawitridjati Bogor
9 Rita B. Marcia
Simanjuntak
10 Fabianus Eko Eriyanto
11 Stephanus Hendrik K, SH
Sanggau
12 Nikodemus, SE Sintang
13 Kristoforus Apin, SE
14
Thomas Ariston Pontianak
15 Agapitus
16 Wines Ruruk
Samarinda
17 Kristianus Amstrong Maumere
18 Henny Maria
Anastasia, S.Pol Makassar
19 Laurentia Sambuanga
20 Arkadius Y.
Manek Kupang
21 Bryanta Tarigan Medan
22 Antonius Jadi Muli
Ginting
23 Musa Merauke
24 Bon Efasius
25 Monica
26
Caecilia Inggriani Ende
27 Marselinus Vatisan Siga Jakarta
28
Agnes Purba
29 Thomas Harming
30 Ristawati Malau
31
Sulistyanto Santoso
32 K.B. Ignasius R. Tigor, S.S Ketapang
33
Serapion P. Prayoga W Malang
34 Felix Sad Windu Wisnu Broto
35
Vinsensius Santoso
36 Pst. Joutje Palit Manado
37 Harold H.
Pratasik
38 Fransiska N.Z. Angkouw
39 Pst. Kristiaji, MSC
Purwokerto
40 Fendy
41 Soni
42 Pst. Ary Setyawan Pr
43
Emmanuel H. Laia Padang
44 Angela Yomi Hapsari Purnaningsiwi
45
Eduard Dino Prawirasuyanto
46 Florry koban Jayapura
47 Nong
Desa
48 Kornius Tanjungselor
49 Albert Baya
50 Fransiskus
Irvan Bandung
51 Fransiscus Xaverius Siswanto Duran
52 Yosep
Kusnadi
53 Theresia Silviana Suryo Putri
54 Faris Wangge
Denpasar
55 Theodorus Harjo Soekotjo Timika
56 Bernarus Turlel
Amboina
57 Matias Watunglawar
58 Frangky Renmaru
59 Pst.
Matheus Nusmese Pr
60 Andreas Wasono Saputro Tanjungkarang
61
Alfons Catur Novena Putra
62 Rossy Mario Endhy Ristianto
Mengetahui,
Komisi Kepemudaan KWI
Y. Dwi Harsanto,
Pr + Mgr. Y. Harjosusanto,
MSF
Sekretaris
Eksekutif KETUA
|
Sekiranya dalam homili dapat diselipkan mengenai tradis/aturan/hukum gereja..
yang sederhan...
Proficiat buat Kuria Keuskupan... semangat bekerja dan Tuhan selalu memberkati.
Tapi kalo se...
Damai bagimu,\nProficiat saya ucapkan atas nama semua Orang Muda Katolik
se-Keuskupan Ba...
Kami keluarga Besar Maukeli Bandung mengucapkan proficiat dan selamat melayani
kepada Mgr. S...
Selamat atas pentahbisan Mgr. Silvester San sebagai Uskup Denpasar. Tuhan
Memberkati.