Sunday, 05 February 2012
Home

Ikutan milis yuk


Ikutan milis Keuskupan Denpasar

Santapan Rohani

Santo Santa
Renungan Romo
Advertisement
3 KEPRIHATINAN BESAR SEMINARI MENENGAH PDF Print E-mail
Written by Rm. Benedict Deni Mary, Pr at Tuesday, 25 November 2008 (7873 hits)
 
I. Keprihatinan
 
Kami para pembina Seminari Menengah se-Regio Jawa Bali menyelenggarakan pertemuan tahunan di Wisma Pratista, Cimahi, Jawa Barat, pada tanggal 4-6 Oktober 2008. Dalam pertemuan tersebut kami men-sharing-kan problem-problem yang dihadapi oleh masing-masing seminari serta solusi-solusi yang sudah diupayakan terhadapnya. Dari sharing tersebut dirumuskan 3 (tiga) keprihatinan dasar yang dirasakan oleh ketujuh Seminari Menengah di Regio Jawa-Bali. Adapun ketiga keprihatinan dasar tersebut adalah:

 
1. Keprihatinan tentang pengelolaan lembaga seminari secara professional.
Seminari merupakan sebuah lembaga yang menjadi ‘jantung’ Gereja dan pendidikan calon imam sangatlah penting dan perlu diperhatikan. Untuk itu, profesionalitas pembinaan turut menentukan kualitas dan kelangsungan pendidikan seminari. Demi meningkatkan profesionalitas seminari unsur-unsur pembinaan yang sudah terjadi di seminari perlu ditingkatkan dan diperhatikan lagi. Unsur-unur itu meliputi personal, intelektual, spiritual, dan pastoral. Kriteria-kriteria ini haruslah disertai komitmen dan pelayanan total.
 
2.  Keprihatinan tentang kualitas pembina dan pembinaan.
Adapun dua sasaran yang menjadi keprihatinan kami, yaitu formator dan formandi. Penempatan formator/Pembina yang berkualitas dan memadai (jumlah) di tiap-tiap seminari. Keprihatinan tentang kualitas formandi yang masuk seminari, karena itu menyangkut rekruitmen. Dirasakan pentingnya pengembangan kualitas pembinaan demi meningkatkan kemampuan seminaris: mentalitas pengelolaan dan kepemimpinan Rektor dan Pembina lain (managerial and leadership), maupun system (pedoman pembinaan, aturan hidup dan materi pembinaan)
 
3.  Keprihatinan tentang dana untuk rekruitmen.
Pendanaan seminari sangatlah penting demi kelangsungan hidup seminari. Dana untuk hidup harian seminaris, untuk kegiatan belajar mengajar di sekolah, dana untuk penyediaan bangunan sarana dan prasarana pembinaan pendidikan. Singkatnya, dana juga turut menentukan kualitas pendidikan seminari sebagai sarana penunjang. Oleh karena itu dana menjadi keprihatinan bagi semua Seminari Menengah se-Regio Jawa-Bali karena seminari kurang mendapat perhatian dari semua pihak.
 
II. Pencerahan
 
Berangkat dari keprihatinan di atas, setelah didampingi oleh Bapak Aloysius Sandiwan Suharto, kami mendapat pencerahan. Adapun pencerahan yang didapatkan yaitu: Kami menyadari pentingnya leadership management. Penjabaran visi dan misi seminari haruslah sampai pada tingkat pelaksanaan dan aplikasiPerlunya masing-masing memiliki standard perfomance yang tegas dan realistis.
 
III. Rekomendasi
 
1.    Kepada para pembina seminari:
para pembina menyadari lemahnya skill membuat planning, untuk itu perlu diupayakan pelatihan-pelatihan konkret (management leadership).
 
2.    Kepada para Uskup:
Seminari adalah jantung gereja (Optatam Totius), maka forum ini memohon kepada para Uskup untuk lebih memperhatikan sehingga seminari seminari sebagai lembaga pendidikan dan pembinaan calon imam dapat berkembang.
             
3.    Kepada KWI:
Menyelenggarakan kursus formasi dasar untuk para formator.
             
4.    Kepada para pastor paroki:
Hendaknya ikut mempromosikan (rekruitmen) seminari dan ikut bertanggungjawab dalam konsekuensi.
 
5.    Kepada tarekat religius:
Hendaknya memberikan dukungan doa dan dana.
 
6.    Kepada Sekolah Katolik:
Hendaknya ikut menciptakan iklim terhadap panggilan imamat.
 
7.    Kepada kelompok peduli seminari:
Hendaknya umat memberikan perhatian kepada seminari (doa, dana dan sarana prasarana).
 
 
IV. Pertemuan mendatang
1.      Pertemuan berikut akan diselenggarakan di Probolinggo, tanggal 2-4 Oktober 2009, dengan tema: “Pendidikan Nilai dan IT bagi Pembinaan Calon Imam”
2.      Pertemuan seminaris se-Regio Jawa-Bali di Seminari Mertoyudan, Minggu III Juni 2011seminggu (setelah raportan).
 
 
Rm. Benedict Deni Mary, Pr (Perumus dalam Pertemuan itu)
Atas nama para Pembina Seminari Menengah se-Regio Jawa-Bali.
 
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
+/- Comments
Add New Search
isye trombine  - -     |125.162.160.xxx |2008-12-11 05:24:18
Romo Deny...
mantap deh..... semoga seminari yang lain juga pada aware gt...
so far lihat Romo Deny kelola seminari Tuka OK tuh... pencerahan dimana2......
Bazaar di katedral kemarin TOP banget... gitu dong romo. GBU
SeminariTuka2010  - Marketing Seminary Tuka     |202.146.236.xxx |2008-12-12 00:59:16
Thanks Isye, it's time for us to use the modern means for our pastoral work as
well as our seminary. The anaology is perhaps how to strive to make the Seminary
always interesting like a mall or restaurant. Always putting forward new things,
innovative, creative and keep on learning. Bagaimana membuat Seminari sebegitu
menarik seperti mall? We need your support too!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Prev   Next >