Thursday, 29 July 2010
Home arrow KWI arrow Karya Kepausan Indonesia

Santapan Rohani

Santo Santa
Renungan Romo

Daftar Anggota

Lihat / Cari Anggota

Login Disini

Advertisement
Karya Kepausan Indonesia PDF Print E-mail
Written by PusPas Denpasar at Tuesday, 25 November 2008 (1217 hits)

Karya Kepausan Indonesia adalah bagian dari PONTIFICAL MISSION SOCIETIES atau SERIKAT-SERIKAT KEPAUSAN MISIONER, yang merupakan karya-karya utama melalui mana Gereja Universal, bersama Gereja Lokal dan segenap umat beriman dapat memenuhi tugas dan tanggung jawab misioner mereka.

Karya Kepausan Indonesia adalah organisasi internasional guna membantu Gereja-gereja yang sedang berkembang dalam mengambil bagian dalam karya misi dan evangelisasi Gereja semesta.

Konsili Vatikan II, menginginkan bahwa semua Serikat Karya Kepausan menduduki tempat sentral dalam kerjasama misioner : "Seyogianya karya-karya ini mendapat tempat yang pertama. Sebab, mereka merupakan alat, karenanya orang-orang Katolik sejak kecil mendapat pandangan benar-benar universal dan misioner serta giat mengumpulkan dana secara efektif bagi semua daerah misi, masing-masing menurut kebutuhannya." (AG 38). Dengan menjadi alat resmi dari semua Gereja untuk kerjasama misioner, maka Karya Kepausan menjadi lebih penting daripada sebelumnya.

 

Dipimpin langsung oleh Paus Yohanes Paulus II dan masuk dalam Kongregasi suci untuk Evangelisasi Bangsa-bangsa [Propaganda Fide] yang dipimpin oleh Prefeknya: YM Kardinal Cresecensio Sepe. Pelaksanaan hariannya dipimpin oleh Sekretaris Pelaksana sekaligus presiden karya-karya kepausan : Mgr. Charles Schleck.

 

Karya-karya Kepausan mencakup :

  1. Pontifical Mission Society for the Propagation of Faith atau Serikat Kepausan untuk Pengembangan Iman. Pendirinya : Pauline Marie Jaricot (1822).
    Sekretaris Jenderal Serikat Kepausan untuk Pengembangan Iman : Mgr. Bernard Prince.
  2. Pontifical Mission Society of the Missionary Childhood atau Serikat Kepausan Anak/Remaja Misioner (Sekami). Pendirinya : Mgr. Charles Forbin Janson (1843).
    Sekretaris Jenderal Serikat Kepausan Anak/Remaja Misioner : Rev. Patrick Byrne.
  3. Pontifical Mission society of St. Peter the Apostle atau Serikat kepausan St. Petrus Rasul (untuk Pengembangan Panggilan Pribumi). Pendirinya : Stephanie dan Jeanne Bigard (1889).
    Sekretaris Jenderal Serikat Kepausan St. Petrus Rasul/Panggilan : Mgr. Jose A. Galvez.
  4. Pontifical Missionary Union atau Serikat Kepausan Klerus dan Awam Misioner. Pendirinya : P. Paolo Manna (1916).
    Sekretaris Jenderal Serikat Kepausan Imam, Religius, Awam Misioner : Rev. P. Fernando Galbiati, PIME

Tujuan pertama dan pokok serikat-serikat ini bersama-sama ialah mengembangkan semangat misioner universal di dalam hati umat Allah. Dalam mengusahakan tujuan ini, ketiga serikat yang pertama menghimbau Umat Allah untuk mengungkapkan motivasi misioner mereka melalui kerjasama dengan karya penyebaran iman, baik di bidang spiritual maupun di bidang material. Mereka menciptakan dasar solidaritas yang bersifat sentral untuk membiayai program bantuan universal. Serikat yang ke empat langsung bertujuan mendidik misionaris dan membuat orang sadar akan karya misi. Ia tidak mengumpulkan sumbangan material apapun. Serikat-serikat ini merupakan pembantu-pembantu utama Paus, Gereja semesta, dalam mengemban tugas misinya.

Bahwa serikat-serikat ini, yang diangkat menjadi serikat kepausan, langsung di bawah naungan Paus, adalah bukti betapa Karya Kepausan Misioner ini sungguh 'alat'
Gereja semesta dan mengabdi pada kebutuhan Gereja semesta. Karya-karya kepausan ini berada untuk membantu para Uskup Gereja lokal di setiap negara, di setiap keuskupan bahkan di setiap paroki. Kendati terdiri dari 4 serikat berbeda tetapi mereka memiliki satu kesamaan dalam semangat.

Secara sangat kongkrit bantuan itu diberikan baik secara 'spiritual and material' . Secara spiritual, melalui dukungan doa harian, kurban-kurban ekaristi termasuk juga pengorbanan diri dan penderitaan/sakit yang ditanggung dengan sukarela demi kesuburan karya misi di seluruh dunia. Secara material, melalui pengumpulan dana dan derma dalam bentuk apa saja; ada yang secara tahunan pada kesempatan Hari Minggu Misi atau Panggilan; ada yang secara bulanan sebagai penderma tetap. Sumbangan dan dukungan material juga dinyatakan lewat pengadaan fasilitas yang dibutuhkan untuk menunjang karya misi Gereja di seluruh dunia.

 

 

 

 

Only registered users can write comments!
+/- Comments
Search

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."