Written by UCA News at Tuesday, 25 November 2008 (1085 hits)
Jakarta
(UCAN) -- Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan
Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) telah mengeluarkan seruan bersama yang
mendesak seluruh umat Kristiani untuk berpartisipasi pada pemilihan
umum (Pemilu) pada April 2009.
Politik "adalah salah satu bidang
pelayanan yang seharusnya juga ditujukan bagi perwujudan kasih Allah
itu," kata para pemimpin KWI dan PGI dalam seruan bersama, yang
dikeluarkan mereka pada akhir Oktober, yang mengawali pemilu baik untuk
memilih para anggota legislatif maupun eksekutif, masing-masing pada
April dan Juli 2009.
"Kasih Allah itu kian nyata dalam upaya
setiap warga mengusahakan kesejahteraan umum," tulis mereka. "Dalam
semangat mendasar ini, Gereja mendukung pelaksanaan pemilu yang
berkualitas, yang diharapkan akan menghasilkan wakil-wakil rakyat dan
pejabat-pejabat pemerintah yang benar-benar memiliki kehendak baik
untuk bersama seluruh rakyat Indonesia mewujudkan kesejahteraan umum."
Mereka
kemudian mendesak seluruh umat Kristiani untuk menggunakan hak-hak
politik mereka: "Setiap warga negara patut menggunakan hak pilihnya
secara bertanggungjawab dan dengan sungguh-sungguh mendengarkan suara
hati nuraninya."
Uskup Padang Mgr Martinus Dogma Situmorang
OFMCap, ketua presidium KWI, dan Pendeta Andreas A. Yewangoe, ketua
umum PGI, menandatangani seruan bersama itu.
Pemilu mendatang,
kata surat itu, menjadi kesempatan untuk mewujudkan cita-cita perubahan
dan perbaikan dengan "memilih orang-orang yang paling tepat."
"...pilihlah
dari antara mereka orang-orang yang cakap, setia, dan takut akan Tuhan,
dipercaya dan benci pada pengejaran suap...," tulis surat itu dengan
mengutip Kitab Keluaran (18:21).
Para pemimpin Gereja itu
menjelaskan bahwa segenap anggota dari sebuah komunitas mungkin
menjatuhkan pilihan pada orang atau partai yang berbeda.
"Dapat
saja terjadi bahwa di dalam suatu jemaat atau Gereja, terdapat
anggota-anggota yang berdasarkan hati nurani dan tanggungjawab
masing-masing menerima pencalonan diri dan atau menjatuhkan pilihannya
kepada kekuatan-kekuatan sosial politik yang berbeda-beda," kata surat
itu. "Dalam hal demikian, maka pilihan-pilihan yang berlain-lainan itu
yang dilakukan secara jujur, tidak boleh mengganggu persekutuan dalam
jemaat dan Gereja; sebab persekutuan dalam jemaat dan Gereja tidak
didasarkan atas pilihan politik yang sama, melainkan didasarkan atas
ketaatan terhadap Tuhan yang satu."
Namun, "dalam upaya menjaga
netralitas dan obyektivitas pelayanan Gerejawi maka pimpinan Gereja
atau jemaat tidak dapat merangkap sebagai pengurus partai politik,"
tambah surat itu.
Para pemimpin Kristiani itu juga mendesak
segenap umat Kristiani untuk secara aktif mengawasi proses demokrasi
guna mewujudkan kehidupan politik yang mensejahterakan rakyat.
"Pemilihan
Umum seharusnya memberikan jaminan bagi kelestarian Negara Kesatuan
Republik Indonesia, menjamin pelaksanaan kebebasan beragama,
terwujudnya pemerintahan yang adil, bersih dan berwibawa," tulis mereka.
Mereka
mengungkapkan harapan bahwa pemilu tersebut benar-benar menjamin bahwa
Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 tetap
dipertahankan sebagai dasar negara dan acuan dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Dalam surat mereka, para
pemimpin Katolik dan Protestan itu mengajak "seluruh umat Kristiani
untuk mempelajari aturan perundang-undangan itu dengan cermat dan
cerdas agar keterlibatan dalam pemilu sungguh-sungguh menghasilkan
wakil-wakil rakyat yang berkualitas dan memiliki tanggungjawab terhadap
kelangsungan hidup bangsa Indonesia bahkan mampu melahirkan pemimpin
yang benar-benar memiliki wibawa karena didukung sepenuhnya oleh
rakyat."
Uskup Palangkaraya Mgr Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka
MSF, sekretaris jenderal KWI, dan Pendeta Richard M. Daulay, sekretaris
umum PGI, juga menandatangani surat itu.
Komisi Pemilihan Umum
(KPU) telah menetapkan 38 partai politik, sejumlah mereka berbasis
agama, untuk pemilu 2009. Komisi itu juga telah menetapkan masa
kampanye sembilan bulan yang dimulai 8 Juli.
(sumber : mirifica.net / 13 November 2008 www.ucanews.com)
|
Sekiranya dalam homili dapat diselipkan mengenai tradis/aturan/hukum gereja..
yang sederhan...
Proficiat buat Kuria Keuskupan... semangat bekerja dan Tuhan selalu memberkati.
Tapi kalo se...
Damai bagimu,\nProficiat saya ucapkan atas nama semua Orang Muda Katolik
se-Keuskupan Ba...
Kami keluarga Besar Maukeli Bandung mengucapkan proficiat dan selamat melayani
kepada Mgr. S...
Selamat atas pentahbisan Mgr. Silvester San sebagai Uskup Denpasar. Tuhan
Memberkati.