Written by KWI _PGI at Tuesday, 25 November 2008 (841 hits)
"HIDUPLAH DALAM PERDAMAIAN DENGAN SEMUA ORANG"
(bdk. Rm. 12:18)
Kepada segenap umat Kristiani Indonesia di mana pun berada.
Salam sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus.
1.
Di tengah sukacita Natal, perayaan kelahiran Yesus Kristus, marilah
kita melantunkan mazmur syukur ke hadirat Allah. Ia datang ke dalam
dunia untuk membawa damai bagi seluruh umat manusia. Kedatangan-Nya
mendamaikan manusia dengan Tuhan dan manusia dengan sesamanya. Ia telah
merubuhkan tembok pemisah dan membangun persekutuan baru, yang kukuh
dan tangguh, yang bersumber dan berakar di dalam diri-Nya (bdk. Ef.
2:14, dst.). Peristiwa Natal, sebab itu dapat menjadi petunjuk bagi
mereka yang rindu untuk hidup dalam damai, khususnya dalam keadaan
dewasa ini yang diwarnai ketegangan dan kecenderungan untuk
mementingkan diri atau kelompok sendiri.
Umat Kristiani memahami
dirinya sebagai bagian utuh dari masyarakat dan bangsa Indonesia.
Selama ini kita telah tinggal dalam rumah bersama, yaitu Negara
Kesatuan Republik Indonesia, dalam kerukunan dan kedamaian. Namun,
akhir-akhir ini rumah kita dipenuhi dengan berbagai ketegangan, bahkan
krisis. Keberadaan negara sebagai rumah bersama tidak lagi dipahami
dengan baik oleh para warga bangsa. Berbagai benturan antarkelompok
dalam masyarakat membuat warga tidak lagi dapat hidup damai. Berbagai
kelompok berusaha menunjukkan kekuatan mereka di hadapan kelompok lain
yang dianggap sebagai ancaman. Dalam usaha untuk memberi rasa aman
kepada seluruh warga negara, pemerintah belum sepenuhnya berhasil
mengambil langkah-langkah nyata menuju kebersamaan yang rukun dan
damai.
Kita merindukan keadaan damai yang memberi rasa aman
bagi warga negara, tanpa membedakan suku, agama, ras, dan afiliasi
politik. Rasa aman itu membuat warga negara dapat bekerja sama untuk
menciptakan kesejahteraan bersama. Dengan rasa aman itu seluruh warga
negara dapat menjalin relasi tanpa merasa terancam, tertekan, atau
dikucilkan. Memang banyak usaha positif untuk menciptakan perdamaian
telah dilakukan oleh seluruh komponen bangsa. Namun, usaha ini belum
mencapai hasil yang diharapkan secara maksimal dan masih harus terus
dilakukan secara terarah, berencana dan berkualitas.
2.
Dalam suasana hari raya Natal, kelahiran Yesus, Sang Raja Damai, kami
mengajak seluruh umat Kristiani untuk mendengarkan nasihat Rasul Paulus
kepada Jemaat di Roma. Ia menasihati Jemaat untuk hidup dalam damai
dengan semua orang. Untuk itu Rasul Paulus mengajak mereka untuk
memberkati sesama, termasuk orang yang menganiaya mereka (Rm. 12:14).
Memberkati berarti memohon agar Allah melimpahkan kasih karunia, damai
sejahtera dan perlindungan (bdk. Kej. 27:27-29; Ul. 33; 1Sam. 2:20).
Nasihat Rasul Paulus ini menggemakan kembali ajaran Yesus: "Kasihilah
musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah
berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci
kamu" (Luk. 6:27-28; Mat. 5:44). Agar Jemaat dapat hidup dalam damai
dengan sesama, Rasul Paulus mengajak Jemaat untuk bersukacita dengan
orang yang besukacita dan menangis dengan orang yang menangis (Rm.
12:14; bdk. Mat. 5:3; Luk. 6:20; Mat. 25:31-46).
Ia juga
menasihati Jemaat untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan,
tetapi melakukan apa yang baik bagi semua orang (bdk. Rm. 12:17).
"Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan
dengan kebaikan" (Rm. 12:21). Ketika orang membalas kejahatan dengan
kejahatan, sebenarnya orang itu telah dikalahkan oleh kejahatan. Siapa
yang melakukan kejahatan, ia telah dikendalikan oleh kejahatan itu
sendiri dan telah melakukan kejahatan yang ia lawan. Ketika orang
mengalami perlakuan jahat dari orang lain, tidak perlu membenci
pelakunya dan menolak berhubungan dengannya, tetapi tetap ramah
terhadapnya, bahkan terbuka untuk menolong orang itu bila ia mengalami
kesulitan. Selayaknya umat Kristiani memperlakukan orang lain dengan
kemurahan hati (bdk.Rm. 12:20a).
3. Semangat yang diajarkan
oleh Rasul Paulus kepada Jemaat Roma itu kiranya juga menjadi semangat
umat Kristiani di Indonesia, yang hidup dalam masyarakat majemuk yang
terus berubah. Dinafasi oleh semangat Natal, kami mengajak seluruh
umat Kristiani untuk:
•a. melibatkan diri secara proaktif
dalam berbagai upaya untuk membangun masyarakat yang damai,
memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan umum dalam mewujudkan
Indonesia sebagai rumah bersama. Berbagai persoalan yang terjadi dalam
kehidupan bermasyarakat perlu dihadapi secara bersama-sama dan
diselesaikan dengan cara-cara dialog.
•b. ikut mengambil
bagian secara sungguh-sungguh dalam usaha-usaha menciptakan
persaudaraan sejati di antara anak-anak bangsa dengan membangun
kehidupan bersama di komunitas masing-masing, serta peka dan tetap
berusaha ramah terhadap lingkungan sekitar.
•c. mengalahkan
kejahatan dengan kebaikan dan jangan sampai dikalahkan oleh kejahatan.
Kita perlu menyadari bahwa musuh kita bukanlah sesama warga, melainkan
kejahatan yang bisa menggerakkan orang untuk berlaku jahat dan
menyakiti sesama. Maka, marilah kita melakukan kebaikan
sebanyak-banyaknya supaya jangan ada ruang dimana kejahatan dapat
merajalela.
Demikianlah pesan kami, Selamat Natal 2008 dan Selamat Menyongsong Tahun Baru 2009. Tuhan memberkati.
Atas nama
|
PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA,
|
KONFERENSI WALIGEREJA
INDONESIA,
|
|
Pdt. Dr. A.A. Yewangoe
Ketua Umum
|
Mgr. Martinus D. Situmorang, O.F.M.Ca
|
|
Sekiranya dalam homili dapat diselipkan mengenai tradis/aturan/hukum gereja..
yang sederhan...
Proficiat buat Kuria Keuskupan... semangat bekerja dan Tuhan selalu memberkati.
Tapi kalo se...
Damai bagimu,\nProficiat saya ucapkan atas nama semua Orang Muda Katolik
se-Keuskupan Ba...
Kami keluarga Besar Maukeli Bandung mengucapkan proficiat dan selamat melayani
kepada Mgr. S...
Selamat atas pentahbisan Mgr. Silvester San sebagai Uskup Denpasar. Tuhan
Memberkati.