|
|
Renungan Romo
Written by Romo Herman Yoseph Babey, Pr. at Saturday, 15 August 2009 (1046 hits)
”Barang siapa tidak memikul salibnya dan mengikuti Aku ,ia tidak dapat menjadi muridKu” (Lukas 14, 27)
Mengetahui kehidupan Yesus yang sejak dilahirkan selalu berhadapan dengan penolakan, konflik, penindasan dan penganiayaan, adalah hal biasa bagi setiap orang yang mengimani Yesus. Hal yang biasa ini tidak hanya menjadi milik orang Kristen dewasa saja, tetapi ada dalam diri setiap orang Kristen. Bahkan anak kecil saja tahu tentang penderitaan yang dialami oleh Yesus. Tetapi memahami sungguh akan konsekuensi dari mengimani Yesus dan berani mengalami penderitaan yang sama seperti yang dialami oleh Yesus, adalah “perkara gampang-gampang susah”. Mengapa? Hal ini karena banyak kali orang-orang Kristen justru berpikir untuk menghindarkan diri dari penderitaan (baca: salib), dan bukannya dengan terbuka dan berani menerima penderitaan yang dialaminya sebagai salib yang harus dipikulnya, apalagi harus mengalami penderitaan yang sama seperti pengalaman penderitaan Yesus yang dimaninya.
|
|
Read more...
|
|
Written by Oleh Romo Herman Yoseph Babey, Pr. at Saturday, 15 August 2009 (762 hits)
“Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintangNya di Timur
dan kami datang untuk menyembah Dia” (Mat 2, 2).
Kalau kita benar-benar masuk ke dalam kehidupan konkrit manusia, banyak dijumpai berbagai sikap manusia yang dibangun bersama untuk mengungkapkan relasi cinta. Sepertinya manusia berlomba-lomba dalam mengungkapkan cinta kepada sesamanya, bahkan ada juga arti cinta yang sepertinya tidak ada kata yang tepat untuk melukiskannya. Di tengah maraknya situasi hidup manusia seperti ini, hadir sisi lain dari kehidupan manusia yang berseberangan dengan relasi cinta, yakni manusia berjuang mempertahankan karakter dirinya yang sarat dengan egoisme dan kekelaman sikap; antara lain kesombongan, iri hati, dengki, amarah, merencanakan kejahatan dan kehancuran hidup sesamanya, dan aneka sikap negatip lainnya. Dua sisi kehidupan manusia ini selalu menyertai perjalanan hidup manusia pada setiap tingkat kehidupan.
Hari ini Gereja Katolik secara universal merayakan Pesta Epifani, Tuhan menampakan diri kepada para sarjana (orang Majus) dari Timur.
|
|
Read more...
|
|
Written by Rm. Herman Yoseph Babey, Pr. at Saturday, 15 August 2009 (924 hits)
“Kamu adalah saksi sari semuanya ini”
(Luk 24:48)
Menjelang saat-saat akhir bersama para muridNya, Yesus menyampaikan pesan penting yang harus diperhatikan oleh mereka. Sekali lagi Yesus menyampaikan tentang kehadiran Mesias yang harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, dan dalam namaNya berita tentang pertobatan harus disampaikan ke seluruh dunia. Ini berarti para murid diingatkan sekaligus diajak oleh Yesus untuk pergi ke seluruh dunia untuk menjadi saksi akan penderitaan dan kebangkitan Yesus yang menyelamatkan. Tugas ini harus dijalankan dengan berani dan selalu dalam namaNya. Dan kepada mereka yang dengan setia menjalankan tugas prutusan ini, akan mendapatkan karunia Roh Allah.
|
|
Read more...
|
|
Written by Rm. Herman Yoseph Babey, Pr at Saturday, 15 August 2009 (1005 hits)
“Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia
di tengah jalan……….” (Mat 5:25)
Berhadapan dengan praktek hidup manusia yang cenderung sombong, egois, dendam, pemarah dan suka merendahkan martabat hidup sesamanya, seperti karakter hidup para ahli Taurat dan orang-orang Farisi, Yesus mengingatkan para muridNya, untuk tidak mengikuti cara hidup tersebut. Yesus meminta mereka untuk bersikap rendah hati, selalu mau berdamai dengan sesama, dan berjuang untuk tidak menjadikan dirinya sebagai sumber konflik dan penderitaan bagi sesama.
|
|
Read more...
|
|
Written by Romo Herman Yoseph Babey, Pr. at Saturday, 15 August 2009 (1190 hits)
“Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapil orang berdosa supaya mereka bertobat.” (Lukas 5, 31-32)
Adalah seorang pemuda mengalami penderitaan baru ketika ia berhasil melepaskan cara hidup lama yang negatif dan mulai membangun hidupnya yang baru. Pemuda ini pernah beberapa kali keluar masuk penjara oleh keterlibatannya dalam berbagai bentuk kejahatan. Karenanya ia kemudian dicap sebagai ‘orang jahat dan orang berdosa’ oleh orang-orang yang berada di sekitarnya. Jangankan menyapa dan bertamu di rumahnya, melihat kehadirannya dari kejauhan saja orang-orang membelokkan wajahnya dan berusaha menghindar darinya. Sungguh suatu pengalaman penderitaan yang mengharukan. Betapa tidak! Sesudah bebas dari penderitaan kehidupan masa lampau yang berakhir di penjara, karena sikap dan perilakunya sendiri, kini ia harus berjumpa dan mengalami penderitaan yang baru di luar penjara, karena sikap dan perlakuan sesamanya.
|
|
Read more...
|
|
Written by omo Herman Yoseph Babey, Pr. at Saturday, 15 August 2009 (1028 hits)
“Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintangNya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia” (Mat 2, 2).
Kalau kita benar-benar masuk ke dalam kehidupan konkrit manusia, banyak dijumpai berbagai sikap manusia yang dibangun bersama untuk mengungkapkan relasi cinta. Sepertinya manusia berlomba-lomba dalam mengungkapkan cinta kepada sesamanya, bahkan ada juga arti cinta yang sepertinya tidak ada kata yang tepat untuk melukiskannya. Di tengah maraknya situasi hidup manusia seperti ini, hadir sisi lain dari kehidupan manusia yang berseberangan dengan relasi cinta. Manusia berjuang mempertahankan karakter dirinya yang sarat dengan egoisme dan kekelaman sikap. Sebut saja kesombongan, iri hati, dendam, amarah, sulit mengampuni, berprasangka buruk dan merencanakan kehancuran hidup sesamanya. Dua sisi kehidupan manusia ini selalu menyertai perjalanan hidup manusia pada setiap tingkat kehidupan.
|
|
Read more...
|
|
Written by Romo Herman Yoseph Babey, Pr. at Tuesday, 24 March 2009 (4121 hits)
“Mulut orang benar adalah sumber kehidupan, tetapi mulut orang fasik menyembunyikan kelaliman. Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran….Jalan Tuhan adalah perlindungan bagi orang yang tulus, tetapi kebinasaan bagi orang yang berbuat jahat
(Amsal 10, 11-12.29)”.
Menoleh dan memandang kembali ke masa silam kadang-kadang merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan dan menyakitkan bagi hidup kita. Hal ini karena kita harus dengan berani melihat kembali kesempatan emas yang tak digenggam di masa silam dan berbagai keterpurukkan sikap yang menyakitkan Tuhan, sesama dan diri kita sendiri, yang pernah menjadi bagian cukup penting dalam kehidupan kita, yang mungkin akan mengakibatkan kita menyesal berkepanjangan. Hidup kita pasti akan menjadi lain apabila kita sungguh menangkap kesempatan emas yang telah berlalu dan tak akan pernah kembali lagi tersebut, atau juga kita akan melihat kembali keputusan yang salah yang pernah dibuat di masa silam yang beban akibatnya harus dipikul di saat ini.
Adalah menjadi kenyataan bahwa menoleh ke masa silam bisa sangat menyakitkan dan bisa juga sangat menggembirakan bagi perjalanan hidup kita. Karena itu kita perlu punya waktu untuk membuat seleksi sikap; memilih pengalaman mana yang boleh disimpan untuk selanjutnya tetap dipelihara dan diperjuangkan, dan pengalaman mana yang harus diabaikan. Kita harus menentukan dengan berani pengalaman mana yang layak diingat lagi dan mana yang harus dilupakan, dan kita memang harus berani mengambil sikap akan pengalaman mana yang harus dinilai sebagai harta karun dan mana yang harus dibuang karena dinilai hanya sebagai sampah yang tidak berguna.
|
|
Read more...
|
|
| | << Start < Prev 1 2 Next > End >>
| | Results 1 - 13 of 14 |
|
Who's OnlineWe have 125 guests online
|