Written by Puspas at Saturday, 19 March 2011 (1323 hits)
SURAT GEMBALA
USKUP DENPASAR
DALAM RANGKA PRAPASKAH-PASKAH
2011
Pemberdayaan Kesejatian Hidup:
KESEJATIAN DALAM MEWUJUDKAN
DIRI
Saudara-saudari, umat beriman se-Keuskupan
Denpasar, yang saya kasihi,
Prapaskah kembali menyapa kita. Prapaskah
merupakanmasa Retret Agung selama 40
hari. Masa Prapaskah adalah saatistimewa kita mendekatkan diri kepada Allah dengan berdoa, bertobat,
bermatiraga dan melakukan karya belas kasih sebagai persiapan menyambut perayaan
Paskah.
Dalam kerinduannya untuk memperbaharui
praktek-praktek liturgi Gereja, Konstitusi tentang Liturgi Kudus Konsili
Vatikan II menyatakan, “Dua ciri khas Masa Prapaskah adalahmengenangkan atau mempersiapkan pembaptisan,
dan membina sikap tobat. Kedua hal iniharuslah diberi penekanan yang lebih besar dalam liturgi dan dalam
katekese liturgi. Masa Prapaskah merupakan sarana Gereja dalam mempersiapkan
umat beriman untuk merayakan Paskah, sementara mereka mendengarkan Sabda Tuhan
dengan lebih sering dan meluangkan lebih banyak waktu untuk berdoa.” (KL.
109).
Selaku Pimpinan Gereja Lokal
Keuskupan Denpasar, saya mengajakseluruh umat agardengan
sungguh-sungguh memaknai dan memanfaatkanmasa ini untuk menimba rahmat Allah dengan berbagai kegiatan yang
memungkinkan tumbuh suburnya hidup rohani kita. Masa ini merupakan suatu
kesempatan indah bagi kita untuk berserahdiri kepada Tuhan melalui doa, pantang, puasa, tobat, perbuatan amal
kasih, syering Kitab Suci dan kegiatan pendalaman iman. Syering pengalaman
dalam kelompok kategorial dan KomunitasBasis Gerejawi (KBG), akanmemperkaya dan menguatkan kita satu sama lain.
Pada Prapaskah tahun 2011, Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi Konferensi Wali Gereja Indonesia (PSE KWI) mengusung tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) “Pemberdayaan Kesejatian Hidup: Kesejatian Dalam Mewujudkan Diri”. Tema ini kemudian diangkat Keuskupan Denpasar menjadi tema APP 2011" yang dijabarkan dalam lima sub tema sebagai bahan pendalaman iman umat dalam komunitas basis selama masa prapaskah. Sehubungan dengan tema tersebut, Dalam Kerangka Dasar APP 2011 kita diajak untuk merefleksikan hal-hal sebagai berikut:
Written by Uskup Denpasar at Monday, 30 August 2010 (3913 hits)
KEUSKUPAN DENPASAR (BALI
&NTB)
JL. Rambutan No. 27 P.O. Box 3081
Telp (0361) 222 020; Fax (0361) 261 407
Denpasa 80030 Bali
Indonesia
Email:
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Bank
BNI, Giro No. 0049378099
Denpasar, 28 Agustus 2010
No.:
269/KDPS/AGT/2010
Lampiran : -
Hal:
Penjelasan Resmi Uskup Denpasar
Tentang Penyelesaian Kasus Romo Yohanes
Tanumiarja
Kepada
Yth. Para Pastor, Biarawan/wati dan
Umat Se-Keuskupan Denpasar
di
Tempat.
Dengan hormat,
Sehubungan dengan
penyelesaian kasus Romo Yohanes Tanumiarja yang terjadi pada hari selasa,
tanggal 24 Agustus 2010, saya, Mgr. DR. Silvester San, Pr selaku Uskup Denpasar
harus memberikan penjelasan resmi sebagai berikut:
Written by Puspas Keuskupan Denpasar at Thursday, 26 August 2010 (4825 hits)
PENJELASAN RESMI GEREJA KATOLIK
KEUSKUPAN DENPASAR
TERKAIT PERISTIWA DI GEREJA KATOLIK PAROKI SANTO PAULUS SINGARAJA
PADA SELASA, 24 AGUSTUS 2010
Sehubungan dengan
pemberitaan yang dilansir oleh sejumlah media baik local maupun nasional,
terkait peristiwa yang terjadi di Gereja St. Paulus Singaraja (Jln. Kartini no
1 Singaraja) pada Hari Selasa (24/8),maka dengan ini kami selaku otoritas resmi Keuskupan Denpasar menilai
penting untuk meluruskan beberapa hal sebagai berikut:
Written by Keuskupan Denpasar at Monday, 01 March 2010 (4107 hits)
Allah Bapa yang Maha Agung, syukur dan pujian kami haturkan ke hadirat-Mu,
atas segala berkat dan rahmat-Mu yang Engkau limpahkan kepada
kami, teristimewa bagi Gereja lokal Keuskupan Denpasar. Dalam penyelenggaraanMu
yang mengagumkan, kami boleh memasuki usia yang ke
75 tahun, sebuah rentang waktu yang panjang dengan segala suka dan dukanya.
Pada usia ke-75 tahun ini, kami mohon bimbingan-Mu, agar kami mampu
merefleksikan dan mengevaluasi karya pastoral yang telah kami laksanakan
demi kemuliaan nama-Mu. Kami menyadari ada banyak tantangan yang
kami jumpai namun kami bersyukur karena Engkau senantiasa hadir bersama
kami dalam situasi tersebut.
Allah Bapa di surga, kami akan mengisi Yubileum ini dengan berbagai
kegiatan dalam rangka memantapkan iman kami kepada-Mu. (Yang kami
lakukan sekarang adalah ziarah mengunjungi Gereja dan Gua Maria, untuk
berdoa bersama serta bertemu umat-Mu yang lain.)
Kami juga mengenangkan para misionaris pendahulu yang telah Engkau
pilih untuk merintis dan membangun Gereja kami, yang kini telah berpulang
menghadap hadirat-Mu. Izinkan mereka berbahagia dalam kerajaan-Mu.
Berkatilah para panitia, perangkat pastoral dari tingkat basis hingga Keuskupan
serta segala rencana dan usaha kami mempersiapkan perayaan
Yubileum 75 tahun Gereja Katolik Keuskupan Denpasar. Semoga karya
mulia ini menjadi gerakan dan perayaan iman umat yang menyelamatkan.
Kami percaya bahwa Gereja yang inklusif dan transformatif akan bertumbuh
subur menghiasi wajah Gereja Keuskupan Denpasar, karena Engkau
sendiri yang memberi pertumbuhan. Biarlah Roh Kudus-Mu tinggal bersama
kami sehingga kami mampu menjalankan karya luhur ini.
Bersama Bunda Maria, doa ini kami hunjukkan ke hadiratMu, dengan perantaraan
Kristus Tuhan dan Juru Selamat kami. Amin.
Bapa Kami… Salam Maria… Kemuliaan
Written by Paus Benediktus XVI at Sunday, 24 May 2009 (2481 hits)
Teknologi Baru, Relasi Baru: Memajukan Budaya Menghormati, Dialog dan Persahabatan
Saudara dan Saudari Terkasih,
1. Mendahului Hari Komunikasi Sedunia yang akan datang, Saya ingin menyampaikan kepada anda beberapa permenungan mengenai tema yang dipilih untuk tahun ini yakni Teknologi Baru, Relasi Baru: Memajukan Budaya Menghormati, Dialog dan Persahabatan. Sesungguhnya teknologi digital baru sedang membawa pergeseran yang hakiki terhadap perilaku-perilaku komunikasi juga terhadap ragam hubungan manusia. Pergeseran itu secara istimewa dialami oleh kaum muda yang bertumbuh bersama teknologi baru dan telah merasakan dunia digital sebagai rumah sendiri. Mereka berusaha memahami dan memanfaatkan peluang yang diberikan olehnya, sesuatu yang bagi kita orang dewasa seringkali dirasakan cukup asing. Dalam pesan tahun ini, Saya ingat akan mereka yang dikenal sebagai generasi digital, dan Saya ingin berbagi dengan mereka, khususnya tentang gagasan-gagasan menyangkut potensi ulung teknologi baru demi mamajukan pemahaman dan rasa kesetiakawanan manusia. Teknologi baru sesungguhnya merupakan anugerah bagi umat manusia dan kita mesti memberikan jaminan bahwa manfaat yang dimilikinya tentu dipergunakan untuk melayani semua manusia secara pribadi dan komunitas, teristimewa mereka yang kurang beruntung dan menderita.
Written by PusPas at Tuesday, 24 March 2009 (5321 hits)
1. Mitra Uskup Berlanggam Bali
Mitra adalah “hiasan kepala”, berasal dari bahasa Yunani “μίτρα” yang artinya serban atau mahkota. Mitra melambangkan wewenang dan tugas Uskup sebagai pemimpin yang membela kebenaran, menegakkan keadilan, mengusahakan keselamatan dan kebahagiaan umat manusia dengan semangat pelayanan penuh kasih. Ciri khas budaya Bali terlihat dari mahkota yang berlanggam Bali.
2. Burung Merpati
Burung merpati melambangkan Roh Kudus yang berfungsi sebagai penolong, pemimpin, penghibur dan teman yang setia. Roh Kudus menuntun umat agar hidup sejalan dengan kehendak Tuhan.
Written by Hironimus Adil - Redaktur Majalah Agape at Monday, 02 March 2009 (2466 hits)
Umat Menyambut dengan Sukacita
Upacara tahbisan Mgr. DR. Silvestar San, Pr, sebagai Uskup Keuskupan Denpasar, Kamis 19 Februari 2009 berlangsung penuh hikmad, tertib dan meriah di Gereja Roh Kudus Katedral Denpasar. Umat menyambut gembala barunya dengan sukacita.
Terdengar beberapa kali tepuk tangan gembira membahana dalam ruang gereja Katedral maupun di setiap tempat duduk umat di luar gereja ketika Uskup Agung Ende Mgr. Vincentius Sensi Potokota, Pr, selaku Uskup Pentahbis Utama mengumumkan, “Inilah Uskup Denpasar, Mgr. Silvester San.” Pernyataan ini diulang Mgr. Sensi, panggilan akrab Uskup Agung Ende, sebanyak tiga kali seusai Mgr. San mendapat urapan tahbisan, sambil mengarahakan tangannya kepada Mgr San yang telah berdiri anggun di depan kursi (tahta) Keuskupan Denpasar di gereja Katedral.