|
|
Written by G Yasyodhara P at Tuesday, 25 November 2008 (1797 hits)
Pada tanggal 30 Sept 2008, bertempat di Keuskupan Denpasar, Jl Tukad Balian, pertemuan yang dipimpin oleh Rm Yoseph Babey,Pr, digagas oleh ibu Gabriella Sri Hartati dan dihadiri oleh Rm Yosef Wora,SVD, yang bertindak sebagai penasihat beserta 16 umat yang lainnya ini ditetapkan sebagai hari pendirian Gerakan Imam Maria Denpasar. Dan pada saat itu juga diangkatlah ibu Sri Hartati sebagai koordinator Gerakan ini.
|
|
Read more...
|
|
Written by Rm. Benedict Deni Mary, Pr at Tuesday, 25 November 2008 (3666 hits)
I.
Keprihatinan
Kami para pembina Seminari
Menengah se-Regio Jawa Bali menyelenggarakan pertemuan tahunan di Wisma
Pratista, Cimahi, Jawa Barat, pada tanggal 4-6 Oktober 2008. Dalam pertemuan
tersebut kami men-sharing-kan problem-problem yang dihadapi oleh
masing-masing seminari serta solusi-solusi yang sudah diupayakan terhadapnya.
Dari sharing tersebut dirumuskan 3 (tiga) keprihatinan dasar yang dirasakan oleh
ketujuh Seminari Menengah di Regio Jawa-Bali. Adapun ketiga keprihatinan dasar
tersebut adalah:
|
|
Read more...
|
|
Written by Seran at Tuesday, 25 November 2008 (1227 hits)
Paroki FX Kuta (WartaFX) : Minggu 12 Oktober 2008. Ratusan kaum muda separoki Kuta berkumpul di
basement gereja. Ada apa gerangan?
Hari itu, setelah Misa ke dua,
diselenggarakan temu akbar kaum muda separoki Kuta, dengan tema: “SUARA
KAUM MUDA”.
Acara dibuka dengan sambutan Romo paroki, Rm. Hubert Hady Setyawan, Pr.
“Tanpa kaum muda maka tidak ada Gereja. Kaum muda adalah orang terbaik
yang diberikan Tuhan kepada Gereja. Orang muda adalah 100% warga
Gereja, bagian dari masa depan Gereja”, kata Romo Hady dalam
sambutannya. Karena itu, lanjut Romo Hady, “Tugas kaum muda adalah
melihat ke dalam dirinya apa yang bisa diberikan kepada Gereja.
Aplikasinya adalah melaksanakan semua tugas yang dipercayakan kepadanya
dengan baik”.
Tampil sebagai pembicara pertama adalah Hironimus Adil, sekretaris
Komisi Kepemudaan Keuskupan Denpasar. Pak Hironimus yang hadir atas
nama Rm. Kris Ratu, SVD (ketua komisi) ini membawakan materi ‘Peran
Kaum Muda Dalam Kehidupan Menggereja’. Dalam materi yang diberinya
judul: “Panggilan Kaum Muda Dalam Kehidupan Menggereja” ini, beliau
menegaskan tugas dan tanggung jawab kaum muda sebagai ‘tulang punggung
Gereja, masa depan gereja. Beliau juga menegaskan peran kaum muda
sebagai agen, pejuang dan bagian dari perubahan.
|
|
Read more...
|
|
Written by Uca news at Tuesday, 25 November 2008 (1455 hits) Melaya, Bali (UCAN) --Sebuah tempat ziarah yang baru diberkati di Pulau
Bali sangat berarti bukan hanya bagi umat Katolik tetapi juga umat
Hindu setempat yang pergi dan berdoa di sana.
Setiap hari umat Katolik baik dari dalam maupun dari luar propinsi yang
mayoritas Hindu itu mengunjungi tempat ziarah di Palasari tersebut.
Satu-satunya desa yang mayoritas Katolik di Bali terletak di Kabupaten
Melaya, sekitar 90 kilometer barat laut Denpasar, ibukota propinsi.
Peziarah mengunjungi tempat ziarah yang memiliki sebuah gua Maria dan
Jalan Salib itu sejak awal tahun ini, bahkan sebelum tempat ziarah itu
diberkati pada bulan September, kata Pastor Laurensius Maryono.
|
|
Read more...
|
|
Written by UCA News at Tuesday, 25 November 2008 (1084 hits)
Jakarta
(UCAN) -- Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan
Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) telah mengeluarkan seruan bersama yang
mendesak seluruh umat Kristiani untuk berpartisipasi pada pemilihan
umum (Pemilu) pada April 2009.
Politik "adalah salah satu bidang
pelayanan yang seharusnya juga ditujukan bagi perwujudan kasih Allah
itu," kata para pemimpin KWI dan PGI dalam seruan bersama, yang
dikeluarkan mereka pada akhir Oktober, yang mengawali pemilu baik untuk
memilih para anggota legislatif maupun eksekutif, masing-masing pada
April dan Juli 2009.
|
|
Read more...
|
|
Written by KWI _PGI at Tuesday, 25 November 2008 (840 hits)
"HIDUPLAH DALAM PERDAMAIAN DENGAN SEMUA ORANG"
(bdk. Rm. 12:18)
Kepada segenap umat Kristiani Indonesia di mana pun berada.
Salam sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus.
1.
Di tengah sukacita Natal, perayaan kelahiran Yesus Kristus, marilah
kita melantunkan mazmur syukur ke hadirat Allah. Ia datang ke dalam
dunia untuk membawa damai bagi seluruh umat manusia. Kedatangan-Nya
mendamaikan manusia dengan Tuhan dan manusia dengan sesamanya. Ia telah
merubuhkan tembok pemisah dan membangun persekutuan baru, yang kukuh
dan tangguh, yang bersumber dan berakar di dalam diri-Nya (bdk. Ef.
2:14, dst.). Peristiwa Natal, sebab itu dapat menjadi petunjuk bagi
mereka yang rindu untuk hidup dalam damai, khususnya dalam keadaan
dewasa ini yang diwarnai ketegangan dan kecenderungan untuk
mementingkan diri atau kelompok sendiri.
Umat Kristiani memahami
dirinya sebagai bagian utuh dari masyarakat dan bangsa Indonesia.
Selama ini kita telah tinggal dalam rumah bersama, yaitu Negara
Kesatuan Republik Indonesia, dalam kerukunan dan kedamaian. Namun,
akhir-akhir ini rumah kita dipenuhi dengan berbagai ketegangan, bahkan
krisis. Keberadaan negara sebagai rumah bersama tidak lagi dipahami
dengan baik oleh para warga bangsa. Berbagai benturan antarkelompok
dalam masyarakat membuat warga tidak lagi dapat hidup damai. Berbagai
kelompok berusaha menunjukkan kekuatan mereka di hadapan kelompok lain
yang dianggap sebagai ancaman. Dalam usaha untuk memberi rasa aman
kepada seluruh warga negara, pemerintah belum sepenuhnya berhasil
mengambil langkah-langkah nyata menuju kebersamaan yang rukun dan
damai.
Kita merindukan keadaan damai yang memberi rasa aman
bagi warga negara, tanpa membedakan suku, agama, ras, dan afiliasi
politik. Rasa aman itu membuat warga negara dapat bekerja sama untuk
menciptakan kesejahteraan bersama. Dengan rasa aman itu seluruh warga
negara dapat menjalin relasi tanpa merasa terancam, tertekan, atau
dikucilkan. Memang banyak usaha positif untuk menciptakan perdamaian
telah dilakukan oleh seluruh komponen bangsa. Namun, usaha ini belum
mencapai hasil yang diharapkan secara maksimal dan masih harus terus
dilakukan secara terarah, berencana dan berkualitas.
|
|
Read more...
|
|
Written by Web Master at Saturday, 12 June 2004 (5898 hits)
KITA PUNYA USKUP BARU !!
Telah terpilih uskup baru untuk Keuskupan Denpasar (sesuai pemberitaan Vatikan tanggal 22 November 2008, pk 18.00 WITA):
Mgr. Silvester San Tungga, Pr.
Lahir: Mauponggo, Bajawa, Flores, NTT tanggal 14 Agustus 1961
Ditahbiskan: 29 Juli 1988
Tugas sebelumnya: Praeses Seminari Tinggi St. Petrus, Ritapiret
|
|
| << Start < Prev 1 2 3 Next > End >>
| | Results 25 - 31 of 31 |
|
Who's OnlineWe have 74 guests online
|