|
|
Written by Keuskupan Denpasar at Monday, 01 March 2010 (716 hits)
Allah Bapa yang Maha Agung, syukur dan pujian kami haturkan ke hadirat-Mu,
atas segala berkat dan rahmat-Mu yang Engkau limpahkan kepada
kami, teristimewa bagi Gereja lokal Keuskupan Denpasar. Dalam penyelenggaraanMu
yang mengagumkan, kami boleh memasuki usia yang ke
75 tahun, sebuah rentang waktu yang panjang dengan segala suka dan dukanya.
Pada usia ke-75 tahun ini, kami mohon bimbingan-Mu, agar kami mampu
merefleksikan dan mengevaluasi karya pastoral yang telah kami laksanakan
demi kemuliaan nama-Mu. Kami menyadari ada banyak tantangan yang
kami jumpai namun kami bersyukur karena Engkau senantiasa hadir bersama
kami dalam situasi tersebut.
Allah Bapa di surga, kami akan mengisi Yubileum ini dengan berbagai
kegiatan dalam rangka memantapkan iman kami kepada-Mu. (Yang kami
lakukan sekarang adalah ziarah mengunjungi Gereja dan Gua Maria, untuk
berdoa bersama serta bertemu umat-Mu yang lain.)
Kami juga mengenangkan para misionaris pendahulu yang telah Engkau
pilih untuk merintis dan membangun Gereja kami, yang kini telah berpulang
menghadap hadirat-Mu. Izinkan mereka berbahagia dalam kerajaan-Mu.
Berkatilah para panitia, perangkat pastoral dari tingkat basis hingga Keuskupan
serta segala rencana dan usaha kami mempersiapkan perayaan
Yubileum 75 tahun Gereja Katolik Keuskupan Denpasar. Semoga karya
mulia ini menjadi gerakan dan perayaan iman umat yang menyelamatkan.
Kami percaya bahwa Gereja yang inklusif dan transformatif akan bertumbuh
subur menghiasi wajah Gereja Keuskupan Denpasar, karena Engkau
sendiri yang memberi pertumbuhan. Biarlah Roh Kudus-Mu tinggal bersama
kami sehingga kami mampu menjalankan karya luhur ini.
Bersama Bunda Maria, doa ini kami hunjukkan ke hadiratMu, dengan perantaraan
Kristus Tuhan dan Juru Selamat kami. Amin.
Bapa Kami… Salam Maria… Kemuliaan
|
|
Written by Romo Herman Yoseph Babey, Pr. at Saturday, 15 August 2009 (1190 hits)
“Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapil orang berdosa supaya mereka bertobat.” (Lukas 5, 31-32)
Adalah seorang pemuda mengalami penderitaan baru ketika ia berhasil melepaskan cara hidup lama yang negatif dan mulai membangun hidupnya yang baru. Pemuda ini pernah beberapa kali keluar masuk penjara oleh keterlibatannya dalam berbagai bentuk kejahatan. Karenanya ia kemudian dicap sebagai ‘orang jahat dan orang berdosa’ oleh orang-orang yang berada di sekitarnya. Jangankan menyapa dan bertamu di rumahnya, melihat kehadirannya dari kejauhan saja orang-orang membelokkan wajahnya dan berusaha menghindar darinya. Sungguh suatu pengalaman penderitaan yang mengharukan. Betapa tidak! Sesudah bebas dari penderitaan kehidupan masa lampau yang berakhir di penjara, karena sikap dan perilakunya sendiri, kini ia harus berjumpa dan mengalami penderitaan yang baru di luar penjara, karena sikap dan perlakuan sesamanya.
|
|
Read more...
|
|
Written by omo Herman Yoseph Babey, Pr. at Saturday, 15 August 2009 (1027 hits)
“Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintangNya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia” (Mat 2, 2).
Kalau kita benar-benar masuk ke dalam kehidupan konkrit manusia, banyak dijumpai berbagai sikap manusia yang dibangun bersama untuk mengungkapkan relasi cinta. Sepertinya manusia berlomba-lomba dalam mengungkapkan cinta kepada sesamanya, bahkan ada juga arti cinta yang sepertinya tidak ada kata yang tepat untuk melukiskannya. Di tengah maraknya situasi hidup manusia seperti ini, hadir sisi lain dari kehidupan manusia yang berseberangan dengan relasi cinta. Manusia berjuang mempertahankan karakter dirinya yang sarat dengan egoisme dan kekelaman sikap. Sebut saja kesombongan, iri hati, dendam, amarah, sulit mengampuni, berprasangka buruk dan merencanakan kehancuran hidup sesamanya. Dua sisi kehidupan manusia ini selalu menyertai perjalanan hidup manusia pada setiap tingkat kehidupan.
|
|
Read more...
|
|
Written by Paus Benediktus XVI at Sunday, 24 May 2009 (931 hits)
Teknologi Baru, Relasi Baru: Memajukan Budaya Menghormati, Dialog dan Persahabatan Saudara dan Saudari Terkasih, 1. Mendahului Hari Komunikasi Sedunia yang akan datang, Saya ingin menyampaikan kepada anda beberapa permenungan mengenai tema yang dipilih untuk tahun ini yakni Teknologi Baru, Relasi Baru: Memajukan Budaya Menghormati, Dialog dan Persahabatan. Sesungguhnya teknologi digital baru sedang membawa pergeseran yang hakiki terhadap perilaku-perilaku komunikasi juga terhadap ragam hubungan manusia. Pergeseran itu secara istimewa dialami oleh kaum muda yang bertumbuh bersama teknologi baru dan telah merasakan dunia digital sebagai rumah sendiri. Mereka berusaha memahami dan memanfaatkan peluang yang diberikan olehnya, sesuatu yang bagi kita orang dewasa seringkali dirasakan cukup asing. Dalam pesan tahun ini, Saya ingat akan mereka yang dikenal sebagai generasi digital, dan Saya ingin berbagi dengan mereka, khususnya tentang gagasan-gagasan menyangkut potensi ulung teknologi baru demi mamajukan pemahaman dan rasa kesetiakawanan manusia. Teknologi baru sesungguhnya merupakan anugerah bagi umat manusia dan kita mesti memberikan jaminan bahwa manfaat yang dimilikinya tentu dipergunakan untuk melayani semua manusia secara pribadi dan komunitas, teristimewa mereka yang kurang beruntung dan menderita.
|
|
Read more...
|
|
Written by Amin, Foto oleh : Gora at Thursday, 16 April 2009 (1676 hits)
Perayaan Tri Hari Suci Paskah Stasi Santo Yosef Maluk berjalan dengan sukses dan meriah pada tanggal 8 – 12 April 2009 di Ex-Mess Hall salah satu perusahaan swasta di Benete. Sekitar 400 an orang termasuk anak – anak turut serta dan berperan aktif dalam serangkaian misa Kamis Putih, Jumat Agung, Malam Paskah, dan Minggu Paskah dipimpin oleh Rm. Martinus Emanuel Ano, Pr, atau yang biasa dipanggil Rm. Eman dari Paroki Sang Penebus, Sumbawa Besar, walaupun sebelumnya misa Minggu Palem sempat dipimpin oleh Rm. Ig. Gede Adiamika S. Pr.
Sebuah panitia Paskah dibentuk sekitar pertengahan Februari 2009 yang lalu dipimpin oleh Ciprinanus Sindi untuk membidani pelaksanaan serangkaian acara Pekan Suci Paskah telah menganggarkan dana sebesar 14 juta rupiah, namun dana yang terkumpul hanya sebesar kurang lebih 7,5 juta. Walaupun demikian, acara masih bisa berjalan dengan sukses dan meriah.

|
|
Read more...
|
|
Written by Yovie Setiawan at Monday, 13 April 2009 (1144 hits)
Klik pada gambar untuk melihat ukuran besar
|
|
Written by PusPas at Tuesday, 24 March 2009 (2066 hits)
1. Mitra Uskup Berlanggam Bali
Mitra adalah “hiasan kepala”, berasal dari bahasa Yunani “μίτρα” yang artinya serban atau mahkota. Mitra melambangkan wewenang dan tugas Uskup sebagai pemimpin yang membela kebenaran, menegakkan keadilan, mengusahakan keselamatan dan kebahagiaan umat manusia dengan semangat pelayanan penuh kasih. Ciri khas budaya Bali terlihat dari mahkota yang berlanggam Bali.
2. Burung Merpati
Burung merpati melambangkan Roh Kudus yang berfungsi sebagai penolong, pemimpin, penghibur dan teman yang setia. Roh Kudus menuntun umat agar hidup sejalan dengan kehendak Tuhan.
|
|
Read more...
|
|
| | << Start < Prev 1 2 3 Next > End >>
| | Results 1 - 12 of 31 |
|
Who's OnlineWe have 85 guests online
|